Kepulauan Meranti

Asap Makin Pekat, Siswa-siswi di Sejumlah Sekolah Kepulauan Meranti Dipulangkan Lebih Awal

Siswa-siswi dari tingkat TK hingga SMP di kecamatan Tebing Tinggi, Kepuluan Meranti dipulangkan pada Senin

Asap Makin Pekat, Siswa-siswi di Sejumlah Sekolah Kepulauan Meranti Dipulangkan Lebih Awal
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
FOTO ILUSTRASI - Kabut Asap di Riau, MIN 1 Pekanbaru Liburkan Murid Dua Hari, Gubri Izinkan Sekolah Liburkan Siswa 

Asap Makin Pekat, Siswa-siswi di Sejumlah Sekolah Kepulauan Meranti Dipulangkan Lebih Awal

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Siswa-siswi dari tingkat TK hingga SMP di kecamatan Tebing Tinggi, Kepuluan Meranti dipulangkan pada Senin (16/9/2019) pagi.

Hak ini menyusul himbauan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti untuk memulangkan para siswa karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin pekat.

Pemulangan siswa lebih awal diputuskan setelah pihak sekolah menerima laporan dari Korwil Dikdas Kecamatan Tebingtinggi, Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti.

Baca: Panglima TNI Masih Bertahan di Pekanbaru Tunggu Kedatangan Presiden Jokowi ke Riau

Baca: Sore Ini Presiden Jokowi Dijadwalkan Berkunjung ke Riau, Pemprov Lakukan Persiapan

Baca: FOTO: Aksi Bakar Ban Warnai Demonstrasi Mahasiswa UIN di Depan Kantor Gubernur Riau

"Kami dapat laporan dari Korwil Tebingtinggi, bahwa kabut asap tadi pagi pekat. Jadi keputusan untuk memulangkan peserta didik harus segera di ambil," ungkap Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbup Kepulauan Meranti Safrizal Senin (16/9/2019).

Menurutnya keputusan tersebut belum diberlakukan untuk kecamatan lain, karena kualitas udara bervariasi di setiap kecamatan. Disamping itu ia tidak menyangkal jika kualitas udara di kecamatan lain ikut memburuk, maka langkah yang sama akan segera diambil.

Menurut Safrizal keputusan untuk meliburkan peserta didik kusus di wilayah kecamatan Tebingtinggi, sifatnya juga situasional, dimana kebijakan tetap diambil oleh pihak sekolah dengan melihat situasi.

"Kalau kabut asap masih pekat, Selasa dan Rabu siswa diliburkan. Tapi, kalau cuaca kembali membaik, kami akan informasi ke pihaknsekolah untuk masuk seperti biasanya," ujar Safrizal.

Meski demikian apabila diliburkan, ia mengimbau siswa tetap giat belajar di rumah. Selain itu sisiwa dihimbau tetap mengurangi aktivitas di luar rumah, dan tetap menggunakan masker ketika keluar dari rumah.

"Imbauan kami, siswa tetap rajin belajar di rumah. Jangan keluar rumah kalau tidak penting. Kemudian, pakai masker untuk mengantisipasi dampak asap," ujar Indrayadi.

Sementara itu, kabut asap karhutla di Meranti tampak pekat pada pagi hari ini, dengan jarak pandang 1,5 kilometer.

Baca: STORY: Makan 2 Bungkus Mie Instan Berlima, Suka Duka TNI dan Tim Padamkan Karhutla di Inhil Riau

Baca: STORY - Tak Tahan Lihat Anak Batuk Akibat Kabut Asap di Pekanbaru, Minda Boyong Anak-anak ke Sumbar

Menurut informasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Meranti dari 2 September 2019 hingga tanggal 15 September 2019 mencatat 520 kasus ISPA di Kepulauan Meranti.

Melalui data tersebut tercatat peningkatan signifikan terjadi pada dua hari terakhir yaitu pada tanggal 13 September sebanyak 73 kasus, dan tanggal 14 September sebanyak 89 kasus.

Walaupun demikian pihak Dinkes mengatakan bahwa melalui data tersebut belum berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kasus ISPA secara umum.

"Memang ada peningkatakan, tapi tidak ada yang terlalu signifikan," ujar Kasi Yankes Dinkes Kepulauan Meranti Masitah. (Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan).

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved