Pelalawan

BREAKING NEWS: Kabut Asap Masih Tebal, Sekolah di Pelalawan Riau Diliburkan

BREAKING NEWS: Kabut Asap Masih tebal, Sekolah di Pelalawan Riau Diliburkan. Pemkab juga mengimbau agar orangtua membatasi anak-anak bermain di luar

BREAKING NEWS: Kabut Asap Masih Tebal, Sekolah di Pelalawan Riau Diliburkan
Tribun Pekanbaru/ Johannes Tanjung
BREAKING NEWS: Kabut Asap Masih tebal, Sekolah di Pelalawan Riau Diliburkan 

BREAKING NEWS: Kabut Asap Masih tebal, Sekolah di Pelalawan Riau Diliburkan

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Hari ini, Senin (16/9/2019), seluruh siswa sekolah di Kabupaten Pelalawan Riau kembali diliburkan secara total mulai dari TK sampai SMA sedejarat, akibat kabut asap yang semakin parah.

Murid sekolah akan dirumahkan sampai Selasa (17/9/2019) besok, berarti sudah enam hari para pelajar tak bersekolah. Dengan harapan anak-anak tidak keluar rumah agar tak terkena Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Namun kenyataannya berbeda dari ekspektasi Dinas Pendidikan (Disdik) dan pihak sekolah.

Pantauan tribunpelalawan.com di lapangan Ruang Publik Kreatif (RPK) Pangkalan Kerinci belasan anak-anak usia sekolah malah dengan santainya bermain. Beberapa anak tambak asik main basket di lapangan yang tersedia di tengah kabut asap tebal layaknya hari biasa tanpa polusi udara.

Sebagian lainnya terlihat naik sepeda mengitari lapangan RPK serta kantor bupati dan gedung DPRD. Seakan tak peduli dengan kabut asap, para anak-anak tersebut tak menggunakan masker atau pelindung sejenisnya.

Padahal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan telah mengimbau para orangtua untuk menahan anak-anaknya di dalam rumah. Para peserta didik yang dirumahkan seharusnya dilarang bermain di luar ruangan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan SMP Disdik Pelalawan, H Anton Timur Jaelani MH saat dikonfirmasi terkait kondisi ini menyebutkan, pihaknya telah maksimal menyampaikan imbauan maupun penekanan kepada orangtua siswa. Pihak sekolah juga selalu mengingatkan wali murid perihal larangan bermain di luar ruangan menghindari bahaya kabut asap.

"Tapi jika anak-anak masih tetap bermain di luar ruangan, itu merupakan tanggungjawab orangtua sepenuhnya. Bukanlah pihak sekolah atau Disdik," kata Anton Timur.

Ia menjelaskan, sebenarnya pemberlakukan libur agar anak-anak tidak terserang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) selama belajar di sekolah, karena akan menambah persoalan jika kondisi itu terjadi. Namun apabila anak-anak kena ISPA saat diliburkan, kelalaian ada pada orangtua atau wali murid.

Anton tidak menampik banyak laporan jika anak-anak bermain bebas di luar rumah selama libur. Bahkan dirinya sendiri menyaksikan keadaan tersebut. Pihaknya tak bisa berbuat banyak selain hanya mengingatkan dan menekankan saja.

Para orangtua memiliki alasan lain ketika anaknya bermain di luar rumah dengan bebas. Sebagian besar anak-anak merasa bosan saat ditahan di dalam rumah dan merengek minta keluar bermain. Selain itu ada yang pergi secara diam-diam saat orangtuanya lengah.

"Kalau sudah melihat temannya di luar main, pasti dia minta keluar. Kalau tak dikasih akan merajuk sejadi-jadinya," beber warga Pangkalan Kerinci, Rizky Perdana (43).

Ayah tiga anak ini cuma bisa mengupayakan jika buah hatinya harus memakai masker saat bermain di luar serta memberikan tenggat waktu agar tak berlama-lama terpapar asap. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved