Pelalawan

Jarak Pandang Hanya 300 Meter dan Warga Mengeluh Sesak, Kabut Asap di Pelalawan Riau Masuk ke Rumah

Jerebu yang menguasai angkasa Pangkalan Kerinci menghambat aktivitas masyarakat yang bekerja di luar ruangan.

Jarak Pandang Hanya 300 Meter dan Warga Mengeluh Sesak, Kabut Asap di Pelalawan Riau Masuk ke Rumah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kantor bupati Pelalawan pada Senin (16/9/2019) pagi tampak sangat pekat. 

Jarak Pandang Hanya 300 Meter dan Warga Mengeluh Sesak, Kabut Asap di Pelalawan Riau Masuk ke Rumah

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kabut asap yang melanda Kabupaten Pelalawan Riau pagi ini, Senin (16/9/2019), masih tetap bertahan seperti hari sebelumnya dengan kepekatan dan ketebalannya yang belum berkurang khususnya di Kota Pangkalan Kerinci.

Jerebu yang menguasai angkasa Pangkalan Kerinci menghambat aktivitas masyarakat yang bekerja di luar ruangan.

Warga mulai merasa sesak jika berlama-lama di luar tanpa menggunakan masker.

Mata juga perih apabila kontak secara langsung dengan asap tebal saat berkendaraan.

"Nggak tahan berlama-lama di luar kalau tak pakai masker, terasa sesaknya dan tengorokan rasanya kering," ungkap warga Pangkalan Kerinci, Rudianto Ibrahim (29), kepada tribunpelalawan.com, Senin (16/9/2019).

Presiden Jokowi Tinjau Kebakaran Lahan di Riau, Menginap Semalam di Pekanbaru

Pria lajang ini mengaku terpaksa mengurangi aktivitasnya di luar dengan sepeda motor.

Ia kuatir jika kelamaan menghirup kabut asap akan berdampak kepada kesehatannya.

Padahal disatu sisi ia harus mengejar target atas beban kerja di perusahaan finance tempatnya bekerja.

Keluhan lain disampaikan Sumarni Riska (37) warga Jalan Seminai yang mengaku kabut asap telah masuk sampai ke dalam rumah. Tiga hari terakhi aroma terbakar dan asap pekat terasa di dalam rumah, meski seluruh pintu dan jendela sudah ditutup.

"Apalagi kalau malam hari dan pagi-pagi sangat terasa pekatnya di dalam rumah. Terpaksa kipas hidup terus," katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengakui jarak pandang di Pelalawan menurun akibat kekaburan udara yang disebabkan partikel kering seperti asap dan embun.

Baca: Raffi Ahmad Marah dan Usir Lucinta Luna dari Ruangan Syuting Gara-gara Diisengin Pakai Benda Ini

Kondisi kabut ini akan berlangsung hingga dini hari nanti. Hal ini diperparah dengan arah pergerakan angin menuju Pelalawan dan sekitarnya yang membawa sap dari Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, dan kabupaten lainnya.

"Untuk jarak pandang di Pelalawan terpantau 300 meter. Kita minta warga tetap waspada jika keluar rumah," terang Kepala BPBD Pelalawan, Hadi Penandio.

Hadi Penandio menjelaskan, hari ini terpantau 12 hotspot di Pelalawan yang tersebar di beberapa kecamatan. Dari angka itu yang level confidence diatas 70 persen mencapai 7 titik. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved