Alat Berat Dikerahkan di Tempuling untuk Buat Embung Penampung Air

Satgas karhutla sudah empat hari berjibaku di Tempuling, Inhil. Alat berat pun dikerahkan untuk membuat embung agar ada sumber air untuk pemadaman.

Alat Berat Dikerahkan di Tempuling untuk Buat Embung Penampung Air
tribun pekanbaru
Alat berat dikerahkan membuat embung di Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling, Inhil, Selasa (17/9). 

tribunpekanbaru.com - Sudah sekitar empat hari Satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjibaku memadamkan api di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau.

Namun hingga Selasa (17/9) kemarin, api masih membakar lahan di wilayah tersebut, khususnya di Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil.

Danramil 03/Tempuling, Kapten (Arh) Sugiyono menyebutkan, lahan yang terbakar tersebut merupakan kawasan gambut yang kedalamannya sekitar dua meter. Kondisi itu membuat api sangat sulit dipadamkan karena jauh di dalam tanah, namun mengeluarkan asap yang begitu pekat.

“Lebih dari empat hari Satgas melakukan pemadaman ini. Selain TNI/Polri, BPBD, masyarakat juga ikut bahu membahu berusaha memadamkan,” ungkapnya.

Sugiyono mengatakan, pada Selasa kemarin sejumlah alat berat juga ikut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi karhutla tersebut. Alat berat itu lebih difungsikan untuk membuat embung agar tersedia air untuk melakukan pemadaman.

“Alat berat yang ada di lokasi karhutla untuk membuat embung air, agar mempermudah satgas mendapatkan air karena di lokasi kebakaran sangat minim air,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini sudah ada tiga buah embung yang dibuat, masing-masing memiliki lebar 5 meter dan panjang 5 meter, serta kedalaman sekitar 5 meter pula.

Sugiyono berpesan agar masyarakat tetap berada di dalam rumah untuk menghindari kabut asap. Bila harus keluar rumah gunakanlah masker, dan segera mengunjungi fasilitas kesehatan bila ada keluhan sakit.

“Agar warga tidak terkena ISPA dan penyakit gangguan pernafasan lain, karena kabut asap masih pekat menyelimuti wilayah Inhil,” ujarnya. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved