Berita Riau

Bupati Siak Hadir Rapat Terbatas dengan Presiden Jokowi di Pekanbaru Riau

Bupati Siak Alfedri didampingi Asisten 1 Setdakab Siak Leonardus Budhi Yuwono ikut hadir pada rapat yang dipimpin Presiden Jokowi di Pekanbaru Riau.

Bupati Siak Hadir Rapat Terbatas dengan Presiden Jokowi di Pekanbaru Riau
istimewa
Bupati Siak Alfedri 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Presiden Joko Widodo didampingi para menteri memimpin rapat terbatas Senin malam kemarin. Rapat diikuti Gubernur Riau, forkopimda serta bupati/walikota se Provinsi Riau.

Bupati Siak Alfedri didampingi Asisten 1 Setdakab Siak Leonardus Budhi Yuwono ikut hadir pada rapat itu.

Untuk menjaga kondisi Siak, Alfedri menyampaikan hasil rapat dengan presiden itu kepada jajarannya.

Ia mengatakan saat ini Provinsi Riau dinyatakan status siaga darurat akibat karhutla. Presiden Jokowi tidak ingin peristiwa ini menganggu aktivitas masyarakat.

"Riau telah dinyatakan status siaga darurat. Luas lahan yang terbakar juga mencapai puluhan ribu hektare. Jangan sampai ini menganggu aktivitas perekonomian di Riau," kata Alfedri, Selasa (17/9/2019).

Alfedri menyampaikan pesan Jokowi bahwa pentingnya langkah-langkah pencegahan karhutla.

Aparat di daerah diinstruksikan bekerja lebih optimal dan pelaku kebakaran hutan dan lahan akan ditindak sangat tegas.

"Beliau memberi instruksi untuk Gubernur bupati/Walikota, camat, kepala desa, pangdam, danrem, dandim, koramil, babinsa, kapolres, kapolsek, sampai bhabinkamtibnas dioptimalkan untuk menangani karhutla. Jokowi tidak ingin kebakaran di lahan gambut semakin menjalar," kata Alfedri.

Alfedri juga intens berkoordinasi dengaj BPBD Siak, Tim Satgas Karhutla. Pada Selasa ini, ia memastikan tidak ada titik api di wilayah Siak.

Tetapi juga mengakui kabut asap semakin pekat dan jarak pandang hanya berkisar 500 meter.

"Untuk sekolah kita perpanjang liburnya. Kita buat dua hari lagi, dan kita lihat kondisi. Jika masih mengkhawatirkan kita liburkan kembali," kata dia.

Ia mengaku sedih dengan kondisi saat ini. Sebab, di Siak sekolah sudah 2 minggu diliburkan. Sedangkan penderita ISPA atau gejala penyakit lainnya berjatuhan.

"Solusi sudah kita laksanakan, rumah sakit dan puskesmas harus buka 24 jam berikan penanganan kepada pasien korban asap. Kita juga sudah buka posko pengungsian, yakni di Gedung Tengku Mahratu. Persediaan masker kita cukup untuk kita bagikan," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved