Breaking News:

Jokowi ke Riau

Mobil Presiden RI Jokowi Berhenti MENDADAK Ketika Baru Berjalan 100 Meter setelah Sholat Istisqa

Mobil Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi berhenti mendadak ketika baru berjalan sekitar 100 meter dari Masjid Amrullah setelah Sholat Istisqa

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgio
Mobil Presiden RI Jokowi Berhenti MENDADAK Ketika Baru Berjalan 100 Meter setelah Sholat Istisqa 

Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita membenarkan akan adanya kunjungan presiden ke lokasi tersebut.

Ia belum bisa memastikan kapan orang nomor satu di Indonesia ini akan tiba.

JADWAL Presiden RI Jokowi ke Riau Dua Hari

Jadwal Presiden RI Jokowi Widodo atau Jokowi ke Riau selama dua hari, dari rapat terbatas dan ngopi hingga tinjau Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Riau.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribunpekanbaru.com dari sumber yang minta tidak disebutkan namanya menyampaikan ringkasan jadwal Presiden RI Jokowi di Riau.

Baca: STORY-Kisah Dalam Kabut Asap di Riau, Bayi 22 Hari Sesak Nafas, Dania Hanya Bisa Menangis dan Berdoa

Baca: Presiden RI Jokowi ke Riau, Sampaikan Kekesalan Saat Rapat, Sorot Gubernur, Panglima TNI dan Kapolri

Baca: Lampu Kendaraan Darat dan Kapal Laut di Riau Harus Menyala Sepanjang Perjalanan Akibat Kabut Asap

Jadwal Presiden RI Jokowi di Riau selama dua hari yang telah dijalani yakni pada hari Senin tanggal 16 September 2019.

Presiden RI Jokowi ke Riau dan sampai pukul 17.45 di Bandara SSK II Pekanbaru dan langsung menuju Novotel Pekanbaru Jalan Riau.

Sampai di Novotel Pekanbaru Jalan Riau, Presiden RI Jokowi langsung memimpin rapat terbatas dengan kepala daerah dan Forkopimda Provinsi serta Forkopimda Kabupaten dan Kota se Riau.

Usai rapat terbatas, Presiden RI Jokowi ngopi di Kedai Kopi namun tempatnya dirahasiakan.

Setelah ngopi, Presiden RI Jokowi akan beristirahat sebelum mengikuti jadwal selanjutnya pada Selasa tanggal 17 September 2019.

Pada hari Selasa (17/9/2019), Presiden RI Jokowi dijadwalkan akan terbang menggunakan helikopter dari Lanut Roesmin Nurjadin ke Pelalawan untuk meninjau Karhutla di Riau.

Dua titik Kahutla di Riau yang akan ditinjau Presiden RI Jokowi adalah Karhutla di Desa Merbau Kabupaten Pelalawan, dan di Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar.

Baca: Presiden RI Jokowi ke Riau, BOYONG Sejumlah Menteri Tinjau Karhutla di Riau, Ada Wiranto

Baca: Presiden RI Jokowi Langsung Rapat Terbatas Setelah Sampai di Riau, Media Lokal DILARANG Mendekat

Baca: Kisah BERDARAH Pasangan Suami Istri di Riau, Suami Alami Luka Tusuk di Perut dan Istri di Pinggang

Setelah itu, Presiden RI Jokowi akan kembali ke Lanud Roesmin Nurjadin dan kembali mengadakan pertemuan.

Selanjutnya, Presiden RI Jokowi dijadwalkan keliling kota Pekanbaru dan kemudian kembali ke Jakarta melalui Bandara SSK II Pekanbaru.

Selasa (16/9/2019), Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan meninjau Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Merbau Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan Riau.

Peninjauan di Desa Merbau Pelalawan merupakan bagian dari kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Riau dalam upaya penanggulangan Karhutla dan kabut asap.

Berdasarkan jadwal tentatif yang diterima tribunpelalawan.com, Presiden Jokowi beserta rombongan akan tiba di Desa Merbau pukul 09.00 wib menggunakan tiga helikopter.

Rombongan akan mendarat di lapangan sepak bola Desa Merbau dan kemudian melanjutkan perjalanan darat ke lokasi karhutla.

"Kami sudah berkoordinasi dan briefing bersama protokol kepresidenan tadi. Untuk membahas secara detil kunjungan pak presiden," ungkap Kasubag Protokol Pemkab Pelalawan, Mulyadi, kepada tribunpelalawan.com, Senin (16/9/2019) malam.

Baca: BREAKING NEWS : Presiden RI Jokowi Tiba di Riau, Menginap Semalam di Novotel Pekanbaru Jalan Riau

Baca: PELANTIKAN Anggota DPRD Bengkalis Disambut Demonstrasi, Daftar Nama Legislator Negeri Junjungan Riau

Baca: 4.500 Personil Gabungan Kawal Presiden RI Jokowi Saat Berkunjung ke Riau Meninjau Karhutla di Riau

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandjo menuturkan, pihaknya sudah mempersiapkan penyambutan terhadap rombongan presiden di lokasi.

Timnya telah berada di Merbau sejak Senin (16/9/2019) sore termasuk melakukan pratinjau ke lokasi yang akan didatangi orang nomor satu di negeri ini.

"Protokol istana dan paspampres juga sudah meninjau lokasi tadi sekaligus melakukan koordinasi," tandasnya.

Presiden RI Jokowi ke Riau, Sorot Gubernur, Panglima TNI dan Kapolri

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi ke Riau, sampaikan kekesalan saat rapat terbatas tentang Karhutla di Riau, sorot kinerja gubernur, panglima TNI dan Kapolri.

Presiden RI Jokowi tidak bisa menyembunyikan kekecewaan atas kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Riau yang terus meluas.

Baca: Lampu Kendaraan Darat dan Kapal Laut di Riau Harus Menyala Sepanjang Perjalanan Akibat Kabut Asap

Baca: Presiden RI Jokowi ke Riau, BOYONG Sejumlah Menteri Tinjau Karhutla di Riau, Ada Wiranto

Baca: Presiden RI Jokowi Langsung Rapat Terbatas Setelah Sampai di Riau, Media Lokal DILARANG Mendekat

Baca: Kisah BERDARAH Pasangan Suami Istri di Riau, Suami Alami Luka Tusuk di Perut dan Istri di Pinggang

Kekesalan Jokowi ini disampaikan langsung saat memimpin rapat terbatas di lantai 5 hotel Novotel Jalan Riau Pekanbaru pada Senin (16/9/2019) malam.

"Saya minta laporan singkat-singkat saja. Sebetulnya sudah tidak perlu lagi rapat seperti ini, karena kalau menjelang masuk musim kemarau semuanya harus sudah siap, tapi ini kita lalai lagi, sehingga asapnya jadi membesar," kata Jokowi.

Dalam rapat yang dihadiri oleh sejumlah menteri, panglima TNI, Kapolri dan Gubernur Riau tersebut Jokowi juga kembali mengingatkan kepada peserta rapat soal pentingnya melakukan pencegahan sebelum terjadinya kebakaran lahan.

Sebab jika sudah terjadi kebakaran lahan, apalagi jika kebakaran yang terjadi di lahan gambut akan sulit dipadamkan.

"Saya ingin mengingatkan rapat bulan Juli kemarin di istana, bahwa pencegahan dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan itu mutlak harus dilakukan. Kalau sudah terjadi kebakaran, apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun, itu sangat sulit menyelesaikannya," ujar Jokowi.

Presiden juga sempat menyinggung soal belum bekerjanya sistem di pemerintah daerah, kepolisian dan TNI di daerah sehingga belum semuanya bisa melakukan tugas dengan baik terkait upaya pencegahan Karhutla di Riau.

Baca: BREAKING NEWS : Presiden RI Jokowi Tiba di Riau, Menginap Semalam di Novotel Pekanbaru Jalan Riau

Baca: PELANTIKAN Anggota DPRD Bengkalis Disambut Demonstrasi, Daftar Nama Legislator Negeri Junjungan Riau

Baca: 4.500 Personil Gabungan Kawal Presiden RI Jokowi Saat Berkunjung ke Riau Meninjau Karhutla di Riau

"Kita tahu ghubenur punya perangkat sampai ke bawah, mulai bupati, walikota sampai camat dan kepala desa. Kemudian Pangdam juga begitu, punya perangkat Danrem, Dandim, Koramil, Babinsa. Kapolda juga punya perangkat, mulai dari Kapolres, kapolsek sampai babinkantibmas, semuanya ada, belum lagi yang di BNPB, kehutanan, kita punya semua, tapi perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik," katanya.

Jokowi menegaskan, jika perangkat pemerintah daerah, TNI dan Polri di tingkat daerah ini diaktifkan secara baik maka ia yakin kebakaran lahan dan hutan tidak akan terjadi.

"Kalau perangkat itu diaktifkan, saya yakin, kalau ada satu titik api langsung ketahuan sebelum sampai ratusan titik, dan itu sudah saya ingatkan berkali-kali mengenai ini, karena yang kita hadapi ini bukan hutan, tapi lahan gambut, dan hutan gambut, kalau sudah terbakar, sulit dipadamkan," sebutnya.

Dalam rapat terbatas tersebut, Jokowi juga memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kepala BNPB agar memaksimalkan dalam melakukan teknologi modifikasi cuaca dengan melakukan hujan buatan.

Meski selama ini sudah dilakukan, namun Jokowi meminta agar penyemaian garam di awan yang potensial menjadi hujan bisa dilakukan dalam jumlah yang lebih banyak lagi.

"Jumat lalu saya perintahkan panglima dan kepala BNPB untuk melakukan hujan buatan, besok juga saya minta itu dilakukan lagi, kalau bisa dalam jumlah yang banyak," katanya.

Baca: MAJU pada Pilkada Riau 2020, Mantan Ketua DPRD dan Mantan Wakil Ketua DPRD Pelalawan Daftar ke PDI-P

Baca: PELANTIKAN 40 Anggota DPRD di Riau Wartawan DILARANG Masuk, Gedung DPRD Dipadati Keluarga Legislator

Baca: Pendidikan di Pekanbaru LUMPUH TOTAL, Seluruh Sekolah Diliburkan Akibat Kabut Asap, ISPU Tidak Sehat

Selain itu, Jokowi juga memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri agar menambah pasukan.

Presiden juga meminta kepada pemerintah daerah agar ikut dalam mendukung dalam proses penanggulangan kebakaran lahan di wilayahnya masing-masing.

"Kalau tidak ada dukungan dari pemerintah daerah, ini sulit, karena ini adalah pekerjaan besar, pengalaman kita tahun-tahun sebelumnya kan seperti itu, kalau sudah ada titik api itu sulit dipadamkan," ujarnya.

Jokowi menginstruksikan kepada semua pihak, agar segera menuntaskan Karhutla di Riau yang terjadi di Riau.

Sebab akibat Karhutla di Riau di Riau sudah berdampak terhadap kesehatan masyarakat Riau.

Jokowi tidak ingin akibat kabut asap dari Karhutla di Riau ini bisa berdampak terhadap penerbangan yang berimbas ke perekonomian di Riau.

"Jangan sampai ini menggangu aktfitas penerbangan dan mengganggu perekonomian di Riau," ujarnya.

Baca: Gedung DPRD Riau Dijadikan PENAMPUNGAN Korban Kabut Asap Wakil Rakyat Harapkan Jokowi Datang ke Riau

Baca: Api dari Karhutla Nyaris Lalap Permukiman Warga di Riau, Warga Diungsikan dan Pemadaman hingga Malam

Baca: Kabut Asap di Riau, Citilink BATAL Mendarat di Pekanbaru Dialihkan ke Batam, Chairul Desak Presiden

Tidak cukup sampai di situ, Jokowi juga menginstruksikan kepada aparat penegak hukum akan menindak tegas para pelaku pembakar lahan.

Baik dari perusahaan maupun dari perorangan.

"Kemudian, saya minta aparat hukum, bertindak tegas, baik kepada perusahaan, maupun kepada perorangan," pungkasnya.

4.500 Personil Gabungan Kawal Presiden RI Jokowi Saat Berkunjung ke Riau

Sebanyak 4.500 personil gabungan kawal Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi saat berkunjung ke Riau meninjau Karhutla di Riau atau Karhutla di Riau.

Dansatgas Pengamanan VVIP kedatangan Presiden Joko Widodo, Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI Mohammad Fadjar menyebutkan, setidaknya ada 4.500 orang personil gabungan.

Baca: BREAKING NEWS : Presiden RI Jokowi Tiba di Riau, Menginap Semalam di Novotel Pekanbaru Jalan Riau

Baca: PELANTIKAN Anggota DPRD Bengkalis Disambut Demonstrasi, Daftar Nama Legislator Negeri Junjungan Riau

Baca: MAJU pada Pilkada Riau 2020, Mantan Ketua DPRD dan Mantan Wakil Ketua DPRD Pelalawan Daftar ke PDI-P

Baca: PELANTIKAN 40 Anggota DPRD di Riau Wartawan DILARANG Masuk, Gedung DPRD Dipadati Keluarga Legislator

Baca: Pendidikan di Pekanbaru LUMPUH TOTAL, Seluruh Sekolah Diliburkan Akibat Kabut Asap, ISPU Tidak Sehat

"Khusus yang di objek-objek kita gelar sampai 2.000, fokus di situ. Selain itu, sepanjang rute dan tempat-tempat yang terbakar," katanya usai memimpin apel gelar pasukan di halaman kantor Gubernur Riau, Senin (16/9/2019).

Dia menuturkan, persiapan personil sudah matang.

"Sudah gelar pasukan artinya kita sudah siap. Mereka masuk ke posisi-posisi pengamanan masing-masing," sebutnya.

Kepada personil Danrem menekankan, mereka harus waspada dan siap.

"Serta tahu tugasnya masing-masing, sehingga tidak ada kesalahan baik prosedur maupun kegiatan pengamanan," pungkasnya.

Mobil Presiden RI Jokowi Berhenti MENDADAK Ketika Baru Berjalan 100 Meter setelah Sholat Istisqa. (Tribunpekanbaru/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved