Breaking News:

Berita Riau

Sudah 40 Hektare Terbakar, Karhutla Terluas di Kabupaten Kampar Riau Ada di Kecamatan Tambang

Ada lima titik lokasi rawan kebakaran lahan yang kerab merepotkan Tim Satgas Karhutla di Kampar.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Seorang warga yang menggunakan kostum pahlawan super spiderman bersama personel dari BPBD Provinsi Riau dan TNI AD Kodim Kampar 0313 memadamkan kebakaran lahan di kawasan Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kecamatan Tambang jadi daerah tempat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terluas di Kabupaten Kampar, Provinsi.

Ada lima titik lokasi rawan kebakaran lahan yang kerap merepotkan Tim Satgas Karhutla di Kampar.

Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita, Selasa (17/9/2019) menyampaikan, lebih 40 hektare lahan sudah terbakar di Kecamatan Tambang hingga saat ini.

Lima titik lokasi yang sering berulang di Kecamatan Tambang, di antaranya di Jalan Bupati, Jalan Manunggal, lahan kosong di dekat Perumahan Mustamindo, Jalan Sawit, lahan hutan di dekat Perumahan Marwah.

Di sejumlah lokasi ini selama beberapa bulan terakhir sering terjadi kebakaran berulang.

"Dugaan kita ada kebakaran lahan yang terjadi disebabkan oleh ulah manusia yang sengaja membakar lahan," ungkapnya.

Ia mengatakan sering kali pelaku pembakar lahan melakukan aksinya saat petugas Satgas Karhutla tidak berada di lokasi.

Sementara akibat kabut asap yang masih pekat, libur sekolah diperpanjang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar hingga Rabu (18/9/2019).

Langkah ini diambil menyusul kondisi kabut asap yang belum juga mereda.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kampar, Yasir mengatakan langkah ini kembali diambil untuk mengurangi dampak kabut asap ke para pelajar.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Yasir juga mengingatkan kepada orangtua untuk dapat menjaga anak-anaknya agar tidak beraktivitas di luar rumah.

"Apabila terpaksa untuk ke luar rumah agar menggunakan masker atau penutup hidung," imbaunya.

Selain itu, agar para murid tidak banyak beraktivitas di luar rumah selama libur, pihak sekolah sudah diinstruksikan untuk memberi tugas. Hal ini agar para murid dapat belajar selama libur.

Instruksi meliburkan sekolah ini di sampaikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga lewat Surat Perpanjangan Penanganan Kabut Asap nomor 360/Dikpora-Dikdas/18352. (Tribunpekanbaru.com/ikhwanul rubby)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved