Berita Riau

Dampak Kabut Asap yang Kian Pekat, 304.994 Warga Riau Terserang Penyakit ISPA

Jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Riau terus bertambah.

Dampak Kabut Asap yang Kian Pekat, 304.994 Warga Riau Terserang Penyakit ISPA
TRIBUN PEKANBARU / BYNTON SIMANUNGKALIT
Pasien yang terkena ISPA dirawat di RSUD Rengat 

Dampak Kabut Asap Yang Kian Pekat, 304.994 Warga Riau Terserang Penyakit ISPA

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Riau terus bertambah.

Bahkan dalam satu hari saja, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat ada 2.450 warga Riau yang berobat ke pelayanan kesehatan karena terserang penyakit ISPA akibat menghirup udara yang terpapar kabut asap pembakaran hutan dan lahan di Riau.

"Jumlah kasus kunjungan ISPA mulai tanggal 1 sampai 17 September kemarin sebanyak 24.489 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rabu (18/9/2019).

Sedangkan total penderita ISPA di Riau terhitung sejak 1 Januari hingga 17 September 2019 mencapai 304.994 orang. Tingginya kasus ISPA di Riau diakibatkan kabut asap yang semakin hari semakin pekat. Bahkan sudah menyentuh hingga ke level berbahaya.

"Kami menghimbau kepada masyarakat yang terpapar asap, untuk menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah," kata Mimi.

Baca: STORY - Sesak Nafas dan Batuk Akibat Kabut Asap, Guru ini Datangi Posko Kesehatan di MPP Pekanbaru

Baca: STORY - 21 Balita Ikut Jadi Korban, Penderita ISPA di Inhu Akibat Kabut Asap Riau Meningkat

Baca: Dokter Kandungan Sarankan Ibu Hamil Mengungsi, Penderita ISPA Pelalawan Riau Capai 1.200 September

Selain itu pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memperbanyak minum air putih, hidup sehat dan pola makan sehat, serta segera ke pelayanan kesehatan jika kesusahan bernapas.

"Orang yang mudah terserang ISPA, bagi mereka yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh, orang berusia lanjut, dan anak-anak pun rentan terhadap penyakit ini, karena sistem imun yang belum terbentuk sepenuhnya," ujarnya.

Semakin pekatnya kabut asap di Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar rumah. Khususnya untuk anak-anak balita, lansia dan ibu hamil. Sebeb mereka sangat rentan terkena penyakit akibat udara yang terpapar kabut asap.

"Jika ISPU sudah berada di level 100 sampai 200 itu memang kelompok yang paling rentan terkena dampaknya itu ibu hamil, bayi, balita, anak pra sekolah dan lasia. Kita sarankan mereka berakrifitas didalam rumah," katanya.

Baca: Semak Belukar Terbakar Ternyata Sarang Ular, Belasan Ular Terpanggang Saat Karhutla Pelalawan Riau

Baca: Sosok Pemilik Mobil yang Digunakan Jokowi Tinjau Kebakaran Hutan di Riau, Sudah Langganan

Baca: Korban Robohnya Dermaga Tanjung Buton Siak Ditemukan dalam Keadaan Tidak Bernyawa

Baca: Berdua-duaan di Kamar Hotel, 10 Pasangan Kumpul Kebo Diamankan Satpol PP Kuansing Riau

Pihaknya mengimbau kepada puskemas dan sekolah yang membutuhkan masker untuk mengambil masker ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta kepada seluruh Puskemas dan Rumah Sakit yang ada di Riau untuk segera menolong para pasien yang terkena penyakit akibat dari kabut asap.

"Kita sudah buat surat edaranya, jadi kalau ada yang sakit silahkan langsung ke Puskemas, itu gratis tidak dipungut biaya. Kami sudah minta agar warga yang terkena dampak asap ini diprioritaskan," ujarnya. (Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved