Berita Riau

Kabut Asap Pekat, 838 Sekolah Negeri di Kabupaten Siak, Riau Masih Diliburkan

Pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Siak, membuat kebijakan meliburkan murid diperpanjang oleh Disdikbud Siak.

Kabut Asap Pekat, 838 Sekolah Negeri di Kabupaten Siak, Riau Masih Diliburkan
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Anak-anak sekolah mengikuti kegiatan fun bike, Rabu (18/9/2019) pagi di Siak Sri Indrapura. Kebijakan libur sekolah diperpanjang 1 hari karena kabut asap. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Siak, Provinsi Riau membuat kebijakan meliburkan murid diperpanjang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak.

Tercatat sebanyak 838 sekolah negeri yang diliburkan di kabupaten berjuluk Negeri istana ini.

"Ini sudah masuk minggu kedua sekolah-sekolah libur. Kita memperpanjang 1 hari, namun jika tebal besok pagi libur diperpanjang lagi," kata Kepala Disdikbud Siak Lukman, Rabu (18/9/2019).

Sejak 2 minggu ini sebanyak 838 sekolah negeri tingkat dasar yang diliburkan adalah Paud dan TK negeri sebanyak 450 sekolah, SD Negeri sebanyak 274 da SMP Negeri 274 sekolah. Belum terhitung sekolah swasta, Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan swasta (MIN/MIS) serta Madrasah Tsanawiyah Negeri dan swasta (MTSN/MTSS).

Libur akibat kabut asap ini membuat peserta didik rugi. Target pembelajaran tidak tercapai dalam waktu yang telah diatur sesuai kurikulum.

"Dalam satu tema guru harus mengajarkan peserta didik sebagaimana aturan jam pelajaran yang ditentukan. Saat ini jam pelajaran itu digunakan karena libur," kata dia.

Semakin lama bencana kabut asap muncul di udara Kabupaten Siak, libur sekolah semakin panjang. Guru dan murid dikhawatirkan tidak dapat mengejar targetnya.

"Kalau saat ini memang masih jauh dari jadwal ujian semester. Kalau kita ukur rentang waktu Insya Allah terkejar, namun akan ada waktu tambahan untuk memenuhi ketertinggalan selama libur ini," kata dia.

Ujian semester diperkirakan pada akhir Desember 2019. Pihaknya bakal mengatur pola pembelajaran agar ketertinggalan pelajaran selama libur dapat dikejar.

"Libur ini tidak efektif juga sebenarnya. Karena sulit mengontrol anak-anak. Kita sudah pesankan juga kepada orangtua agar menyuruh anak berada di dalam rumah untuk mengulangi pelajaran," kata Lukman. (Tribunsiak.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved