Pelalawan

Pasca Kunjungan Jokowi Udara Masih Sangat Tidak Sehat di Pelalawan, Disdik Perpanjang Libur Sekolah

Sehari pasca kunjungan Presiden Joko Widodo ke Desa Merbau Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan Riau, kabut asap di Pelalawan tetap bertahan

Pasca Kunjungan Jokowi Udara Masih Sangat Tidak Sehat di Pelalawan, Disdik Perpanjang Libur Sekolah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kondisi kabut asap di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau yang kian pekat pada Rabu (18/9/2019). Mengakibatkan mesjid Ulul Azmi nyaris tidak kelihatan tertutup asap. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung) 

Pasca Kunjungan Jokowi Udara Masih Sangat Tidak Sehat di Pelalawan, Disdik Perpanjang Libur Sekolah

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Sehari pasca kunjungan Presiden Joko Widodo ke Desa Merbau Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan Riau, kabut asap di Pelalawan tetap bertahan pada Rabu (18/9/2019) pagi dari hari-hari sebelumnya.

Kabut tebal sangat terasa mulai pagi hari dan belum berkurang menjelang siang. Akibat jerebu yang menguasai angkasa Kota Pangkalan Kerinci, langit biru dan mentari pagi sama sekali tidak kelihatan. Aroma terbakar cukup menyengat terasa di hidung dan perih di mata jika terkena secara langsung.

"Jarak pandang kita pagi ini sedikit menurun jadi 400 meter. Asap bercampur dengan embun," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Rabu (18/9/2019).

Baca: Di Bawah Kabut Asap, Seribuan Warga Riau Ikuti Fun Bike Jelang Pembukaan Tour de Siak

Ia menerangkan, asap yang menyelimuti Pelalawan sebagian besar merupakan kiriman dari provinsi dan daerah tetangga yang terbawa angin.

Apalagi arah pergerakan angin menuju Pelalawan dan sekitarnya. Biasanya kabut akan berangsur hilang menjelang siang dan sore hari.

Berdasarkan pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru hotspot di Pelalawan hari ini menunjukan peningkatan.

Dari 334 titik panas yang tersebar di Riau, sebanyak 93 hotspot diantaranya berada di Pelalawan.

Dari jumlah itu hotspot yang level confidence diatas 70 persen mencapau 61 titik yang mengarah ke titik api atau firespot.

"Sebaran hotspot dan firespot ada di beberapa kecamatan yang lokasinya di tempat lama," tambah Hadi Penandio.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved