Kabut Asap di Riau

Penjelasan Ilmiah BAHAYA Asap Bagi Ibu Hamil dan Janin, Kematian Janin, Pingsan hingga Infeksi Rahim

Penjelasan ilmiah bahaya asap bagi ibu hamil dan janin, ibu hamil terpapar asap karhutla bisa menyebabkan kematian janin, pingsan hingga infeksi rahim

Penjelasan Ilmiah BAHAYA Asap Bagi Ibu Hamil dan Janin, Kematian Janin, Pingsan hingga Infeksi Rahim
Tribun Pekanbaru/Instagram.com/@ibuhamil_cantik
Penjelasan Ilmiah BAHAYA Asap Bagi Ibu Hamil dan Janin, Kematian Janin, Pingsan hingga Infeksi Rahim 

Penjelasan Ilmiah BAHAYA Asap Bagi Ibu Hamil dan Janin, Kematian Janin, Pingsan hingga Infeksi Rahim

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penjelasan ilmiah bahaya asap bagi ibu hamil dan janin, ibu hamil terpapar asap karhutla bisa menyebabkan kematian janin, pingsan hingga infeksi rahim.

Seorang ibu hamil, Susi kepada Tribunpekanbaru.com mengaku, janinnya sempat tidak bergerak dalam perut, ini menunjukkan bahaya kabut asap bagi ibu hamil, ibu hamil korban asap dalam bencana kabut asap di Riau.

Korban terpapar asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Riau terus berjatuhan, terutama ibu hamil, anak-anak dan lanjut usia karena mereka ini sangat rentan terpapar asap tersebut, bahkan ada ibu hamil yang pingsan karena terpapar asap hasil pembakaran hutan.

Baca: Libur Sekolah di Tiga KABUPATEN di Riau Diperpanjang Akibat Kabut Asap di Riau Tebal dan Berbahaya

Baca: Kabut Asap di Riau BERBAHAYA Bagi Ibu Hamil atau Wanita Hamil, Ini Penjelasan Dokter KANDUNGAN Zaldy

Baca: Single Salary ASN Pemprov Riau Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan BPKAD Riau

Baca: Warga TANTANG Gakum KLHK untuk Tunjuk Batas Lahan TNTN Riau Pascapenangkapan Tiga Perambah TNTN

Sejumlah posko pengungsian dan rumah singgah juga dipenuhi masyarakat untuk mencari perlindungan.

Seperti halnya Susi warga Jalan Kartika Rumbai Kota Pekanbaru ini, ia sedang mengandung 36 Minggu untuk anak pertamanya, saat ini ia sedang berlindung di posko pengungsian yang didirikan DPW PKS di Pekanbaru.

Ia dilarikan Senin (16/9) malam ke posko pengungsian tersebut karena sudah mulai sesak di rumahnya akibat asap yang juga menyelimuti ruangan di dalam rumahnya tersebut.

Susi yang sedang mengandung juga khawatir akan keselamatan sang buah hatinya, karena sejak sesak nafas itu, bayi di dalam kandungannya sempat berhenti bergerak dari yang semula sangat aktif.

"Saya mulai sesak dan anak di dalam kandungan berhenti bergerak, akhirnya saya dilarikan ke pengungsian," ujar Susi bercerita saat ditemui di pengungsian PKS.

Setibanya di rumah pengungsian itu, Susi langsung mendapat penanganan dari dokter yang juga distandbykan di posko tersebut.

Halaman
1234
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved