Karhutla

Seribu Orang Lebih Warga Rohul Menderita ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

Sejak 6 Agustus hingga saat ini , Dinas Kesehatan kabupaten (Diskes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, telah mencatat 1.243 Kasus ISPA.

Seribu Orang Lebih Warga Rohul Menderita ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pasien yang akan berobat di Puskesmas Simpang Tiga, Pekanbaru memakai masker akibat kabut asap yang semakin pekat di Pekanbaru, Selasa (10/9/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Seribu Orang Lebih Warga Rohul Menderita ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Sejak 6 Agustus hingga saat ini , Dinas Kesehatan kabupaten (Diskes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, telah mencatat 1.243 Kasus Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di 16 Kecamatan di Rohul.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu dr. Bambang Triono mengungkapkan, data ISPA yang mencapai sekitar 1243 kasus tersebut di rangkum dari 21 Puskesmas yang ada.

Ia menambahkan, Kasus ISPA Setiap harinya berfluktuasi, angka ISPA tertinggi terjadi pada 10 Agustus 2019 sebanyak 139 kasus dan 19 Agustus 2019 sebanyak 126 kasus.

"Beberapa daerah khusunya daerah perbatasan, memang disebabkan karena kabut asap, tetapi ada juga yang bukan dikarenakan kabut asap dan merupakan kasus ISPA Normal," katanya, Kamis (22/8/2019).

Dijelaskanya, Kecamatan Kabun, yang geografisnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Kampar, masih menjadi kecamatan dengan jumlah penderita ISPA tertinggi dari 16 kecamatan yang ada di Rohul.

"Dari data Puskesmas Kabun, penderita ISPA di daerah tersebut sudah mencapai 136 kasus disusul Ujung batu 122 kasus," sebutnya.

Selain ISPA dari Catatan Dinas Kesehatan Rohul, tambah Bambang, Penyakit lain yang diduga disebabkan karena kabut asap seperti Iritasi mata 67 kasus, Asma 40 Kasus, Pnemunioa 4 kasus dan Iritasi Kulit 99 Kasus.

"Jadi kita himbau, kepada masyarakat dikarenakan Kabut asap mulai peket, diharapkan membatasi kegiatan di luar rumah, terutama pada bayi dan balita yang rentan gangguan kesehatan akibat kabut asap," imbuhnya.

Baca: Pemadaman Api Karhutla Terus Dilakukan, Panglima TNI Sebut Pemadaman di Riau Berjalan Efektif

Baca: Gubernur Riau Syamsuar Peringatkan Perusahaan Maksimal Bantu Pemadaman Karhutla di Wilayahnya

Baca: BREAKING NEWS: Polda Riau Bidik 2 Perusahaan di Pelalawan Jadi Calon Tersangka Kebakaran Hutan

Sementara, Plh Kepala pelaksana Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Rohul,
Afrizal mengaku, untuk saat ini tidak ada terdeteksi titik api hotspot di Kabupaten Rohul.

Diakuinya, meski tak ada hotspot, kabut asap masih menyelimuti kabupaten Rohul, akan tetapi sudah mulai berkurang akibat Hujan lebat lumayan lama pada Rabu (21/8/2019), Sore.

Lebih lanjut diterangkanya, jika kabut asap di Rohul menebal, maka akan pihaknya berikan masker kepada masyarakat, untuk tahap pertama 1500 masker sudah diberikan kepada masyarakat Rohul.

Dirinya mengaku, kabut asap yang menyelimuti Rohul, merupakan kabut asap kiriman dari kabupaten tetangga, untuk Rohul sendiri saat ini zero hotspot.

"Jika asap menebal kita akan turun kembali ke jalan dan sekolah serta berkoordinasi dengan Dinas kesehatan untuk membagikan masker, mudah mudahan hujan turun kembali di Rohul, sehingga kabut asap menghilang," pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved