Pekanbaru

STORY - Asap Masuk Rumah, Yanti Keliling Pekanbaru Cari Alat Pembersih Udara

Marlina Dwi Yanti, salah seorang warga Sukajadi sudah berkeliling Pekanbaru mencari purifier atau alat elektronik pembersih udara.

STORY - Asap Masuk Rumah, Yanti Keliling Pekanbaru Cari Alat Pembersih Udara
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Suasana Kota Pekanbaru yang diselimuti kabut asap, Kamis (19/9/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

STORY - Asap Masuk Rumah, Yanti Keliling Pekanbaru Cari Alat Pembersih Udara

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Marlina Dwi Yanti, salah seorang warga Sukajadi sudah berkeliling Pekanbaru mencari purifier atau alat elektronik pembersih udara.

Namun setelah dua hari mencari, ia tidak mendapatkan produk tersebut.

Perempuan yang akrab disapa Yanti ini mengatakan, asap sudah mulai masuk ke dalam rumahnya.

Walau sudah menggunakan kipas angin, namun ventilasi rumahnya yang cukup besar dan banyak membuat asap tetap saja terus masuk, apalagi saat asap semakin tebal saat ini.

"Saya sudah kemana-mana mencari sejak kemaren, pada habis semua. Padahal sebelumnya sangat banyak di toko-toko elektronik. Ini jadi pelajaran juga buat kita, ketika sudah mulai kabut asap, sebaiknya jangan tunggu makin parah baru beli, kehabisan jadinya. Saya sudah indent, tapi belum tau kapan nyampe barangnya," kata Yanti saat ditemui Tribunpekanbaru.com di pusat perbelanjaan Robinson Square Panam, Kamis (19/9/2019).

Baca: Bayi Tewas di Riau Diduga Akibat Kabut Asap, RS Syafira Bantah Terima Pasien, Ini Kata Diskes Riau

Ditanya apakah ia tidak berminat untuk membawa keluarganya ke tempat pengungsian, menurut Yanti sejauh ini ia dan anak-anaknya masih belum terlalu merasakan dampak asap.

Namun diakuinya anaknya sudah batuk-batuk dan sedikit sesak.

"Anak-anak saya kurung di rumah saja. Belum terlalu terasa memang, tapi sudah mulai sesak dan batuk-batuk, karena asap masuk dalam rumah. Kalau bisa kan kita punya purifier sendiri, sehingga udara lebih segar di rumah. Kalau untuk mengungsi mungkin belum, selain kami ramai, anak-anak juga masih belum mau. Semoga segera hilang asapnya," harapnya.

Sebelumnya, berbagai store dan pusat penjualan barang-barang elektronik yang biasa menjual purifier di Pekanbaru, kehabisan stock, memasuki bulan kedua bencana asap yang semakin parah di Provinsi Riau.

Halaman
1234
Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved