Beredar Video Polisi Tembakkan Senjata di Sebuah Hajatan, Ini Kata Mabes Polri

Tayangan memperlihatkan sejumlah oknum polisi menembakkan senjata api laras panjang dan pendek dalam sebuah hajatan di Lampung.

Beredar Video Polisi Tembakkan Senjata di Sebuah Hajatan, Ini Kata Mabes Polri
Facebook
Viral tembakan senjata di acara hajatan 

Beredar Video Polisi Tembakkan Senjata di Sebuah Hajatan, Ini Kata Mabes Polri

TRIBUNPEKANBARU.COM - Viral sebuah video huru-hara di Lampung.

Tayangan memperlihatkan sejumlah oknum polisi menembakkan senjata api laras panjang dan pendek dalam sebuah hajatan di Lampung.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan tiga oknum kepolisian tersebut sudah ditindak tegas dan masih menjalani pemeriksaan dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

"Tiga oknum ini kita sudah tindak tegas, diperiksa Propam. Langsung satu (oknum) yang menggunakan senjata panjang dari Polair Mabes dibawa ke sini (Jakarta) beserta barang buktinya, kita akan periksa dan tindak tegas. Sementara dua oknum anggota Polda Lampung diperiksa di Lampung," ujar Iqbal, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).

Jenderal bintang dua itu pun mewakili institusi Korps Bhayangkara meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatan jajarannya tersebut.

Baca: GEMPAR Penemuan Ular Berkaki Mati Terpanggang di Lokasi Kebakaran Hutan Inhu Riau, Petugas Keheranan

Menurutnya, senjata api dibuat untuk melindungi masyarakat dan bukannya main-main.

Sehingga pihaknya menegaskan tak segan untuk memberikan sanksi kepada oknum-oknum itu.

"Kami mohon maaf pada masyarakat terkait adanya viral video itu. Senjata itu senjata organik yang seyogyanya digunakan untuk melindungi masyarakat, itu (malah) dipakai main-main," kata dia.

"Makanya pimpinan harus tegas untuk melakukan proses tindakan disiplin pada yang bersangkutan. Banyak sanksinya, seperti dari ditunda kepangkatan, dicabut dalam jabatan struktural sampai dikurung," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Ariestia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved