Pelalawan

Lahannya Diselidiki Tipiter Mabes Polri karena Terbakar, Ini Jawaban Manajemen PT Adei Plantation

Badan Reserse Kriminal Polri melakukan penyelidikan terhadap kasus Karhutla PT Adei Plantation and Industry di Desa Batang Nilo Pelalawan.

Lahannya Diselidiki Tipiter Mabes Polri karena Terbakar, Ini Jawaban Manajemen PT Adei Plantation
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Dirtipiter Brigjen Fadil Imran, Direskrimsus Polda Riau AKBP Andre Sudarmadi, dan Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan menggelar konferensi pers di atas lahan PT Adei Plantation and Industri di Desa Batang Nilo Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Riau, Jumat (20/9/2019). Bareskrim menyegel dan memasang plang penyelidikan di lahan bekas terbakar. 

Lahannya Disegel dan Diselidiki Tipiter Mabes Polri karena Terbakar, Ini Jawaban Manajemen PT Adei Plantation

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Badan Reserse Kriminal Polri melakukan penyelidikan terhadap kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) PT Adei Plantation and Industry di Desa Batang Nilo Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Riau yang terbakar pada 7 September lalu.

Tim Tipiter Bareskrim Polri didampingi Tim Direskrimsus Polda Riau dan Polres Pelalawan mendatangi lokas karhutla kebun sawit milik PT Adei Plantation di Divisi II pada Jumat (20/9/2019) pagi. Tim Bareskrim Polri dipimpin oleh Dirtipiter Brigjen Fadil Imran bersama rombongannya. Tampak hadir Direskrimsus Polda Riau AKBP Andre Sudarmadi beserta jajaranya, dan Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan serta jajarannya.

"Hari ini kita melakukan penyegelan dan memulai penyelidikan atas Karhut yang terjadi di atas lahan PT Adei Plantation and Industry. Ini perusahaan asal Malaysia," ungkap Brigjen Fadil Imran kepada wartawan saat komperensi pers di lokasi, Jumat (20/9/2019).

Baca: Tindak Tegas PT ADEI, Mabes Polri Duga Perusahaan Sengaja Bakar Lahan untuk Replanting

Fadil menjelaskan, kebakaran yang terjadi di atas lahan PT Adei terjadi pada 7 September lalu seluas 4,25 hektar. Namun api muncul ditengah kebun yang produktif dan langsung dlakukan pemadaman menggunakan peralatan termasuk alat berat.

Namun Tipiter Mabes Polri mencium ada keganjjilan dalam insiden kebakaran lahan PT Adei. Pasalnya kelapa sawit yang tumbuh diata kebun tersebut sudah berusia 20 tahun dan tahun 2021 masuk dalam program replanting perusahaan atau tanam kembali.

"Kita menduga modusnya seperti itu, Lantaran mau replanting terjadi kebakaran. Kita akan memeriksa seluruh pihak dari perusahaan," tambahnya sambil menunjukan peta rencana replanting PT Adei.

Menanggapi penyegelan dan penyelidikan itu, Group Manager PT Adei Plantation and Industry, Indra Gunawan, menerangkan sikap perusahaan mengikuti dalam proses penyelidikan oleh Bareskrim. Dengan melihat dan mempertimbangkan fakta-fakta yang ada di lapangan, dimana areal yang terbakar merupakan tanaman produksi termasuk di sebelah kiri, kanan maupun sekelilingnya.

"Jadi biar nampak langsung seperti ini lokasi kejadiannya. Kalau butuh data-data bisa disini," kata Indra Gunawan yan ditemui di lokasi.

Baca: GEMPAR Penemuan Ular Berkaki Mati Terpanggang di Lokasi Kebakaran Hutan Inhu Riau, Petugas Keheranan

Baca: Beredar Video Polisi Tembakkan Senjata di Sebuah Hajatan, Ini Kata Mabes Polri

Terkait replanting, kata Indra Gunawan, sudah direncanakan perusahaan di divisi tersebut. Namun tidak berhubungan dengan kejadia kebakaran pada 7 september lalu. Api terpantau pada pukul 16.30 wib dan langsung mengerahkan petugas Pemadam Kebakran (Damka) serta 10 uni mesin. Kemudian mengerahkan 10 unit alat berat jenis eskavator dan enam mobil tangki ke lokasi kebakaran.

Indra mengakui jika perusahaannya sangat takut jika terjadi kebakaran, hingga mengirimkan kekuatan penuh saat terjadi Karhutla. Agar api tidak membesar dan bisa dipadamkan dalam lima jam serta asap hilang.

Kedatangan tim Bareskrim diakuinya membuat perusahaan lebih yakin bahwa polisi ingin melihat fakta sebenarnya maupun fakta lain di lingkungan perusahaan. Termasuk penerapan program zero burning dalam penanaman kebun kelapa sawit.

"Kita anti pembakaran dalam pembukaan lahan. Isu sudah berkembang dan media-media sudah memberitakan. Tapi syukurlah, agar aparat bisa melihat langsung di lapangan," tandasnya. (Tribunpelalawan.com/Johannes wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved