Karhutla

Perusahaan Sawit Malaysia, PT Adei Plantation Akan Dipanggil Terkait Karhutla di Lahannya di Riau

Bareskrim Mabes Polri, melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau berencana akan memanggil sejumlah pihak dari PT Adei Plantation.

Perusahaan Sawit Malaysia, PT Adei Plantation Akan Dipanggil Terkait Karhutla di Lahannya di Riau
TRIBUN PEKANBARU / Rizky Armanda
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri, Brigjen Muhammad Fadil Imran (baju putih) didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus AKBP Andri Sudarmadi (tengah) dan jajaran saat meninjau lahan PT Adei Plantation yang terbakar di Pelalawan, Jumat (20/9/2019) 

Perusahaan Sawit Malaysia, PT Adei Plantation Akan Dipanggil Terkait Karhutla di Lahannya di Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bareskrim Mabes Polri, melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau berencana akan memanggil sejumlah pihak dari PT Adei Plantation.

Hal ini setelah polisi menaikkan status perkara kebakaran lahan (Karhutla) perusahaan Malaysia tersebut seluas 4,5 hektar.

Polisi menduga ada unsur kesengajaan. Pembakaran diduga bertujuan untuk melakukan replanting atau penanaman sawit kembali.

PT Adei Plantation, merupakan perusahaan kedua yang disidik terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Setelah sebelumnya, polisi sudah menyidik PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS), yang lahan operasionalnya juga ada di Kabupaten Pelalawan.

Baca: Video Live Streaming Manchester City vs Watford , Liga Inggris Live Mola TV & TVRI Di Sini

Baca: Minta Gubernur Riau Syamsuar Mundur, Mahasiswa: Jumpai Kami Pak, Ngapain Aja Kemarin di Thailand?

Baca: Petugas Pingsan Saat Padamkan Api, Polres Kampar Riau Minta Warga Ikut Awasi Pembakar Lahan

"Ini ada peta replanting, yang dikeluarkan perusahaan, ini dugaan proses replanting, memang dikerjakan dengan cara membakar lahan," sebut Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Brigjen Muhammad Fadil Imran, saat meninjau lokasi lahan PT Adei Plantation yang terbakar, Jumat (20/9/2019).

Disinggung soal siapa yang bertanggung jawab dalam kasus ini, Fadil memaparkan jika sejumlah pihak akan dimintai pertanggungjawaban.

"Manager Area sampai Direktur Operasi di daerah, secara undang-undang korporasi dan perseroan kita mintai pertanggungjawaban," tegasnya.

Terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang diduga melibatkan sejumlah korporasi di Riau, Fadil menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved