Sebanyak 249 Tersangka Karhutla Enam Diantaranya Merupakan Perusahaan Tersebar di Seluruh Polda

Sebanyak 249 Tersangka Karhutla Enam Diantaranya Merupakan Perusahaan Tersebar di Seluruh Polda

Sebanyak 249 Tersangka Karhutla Enam Diantaranya Merupakan Perusahaan Tersebar di Seluruh Polda
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Petugas dari Damkar Kota Pekanbaru sedang memadamkan bara api yang membakar lahan di Jalan Labersa, Kelurahan Simpang Tiga, Bukit Raya Pekanbaru, Rabu (18/9/2019). (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Berikut ini update soal penanganan hukum kasus pembakaran lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dari pengungkapan kasus pembakaran lahan tersebut, sudah ditetapkan tersangka dari perusahaan dan perorangan.

Polisi terus mendalami kasus pembakaran lahan tersebut dengan mengumpulkan barang bukti 

Polisi telah menetapkan 249 orang dan enam perusahaan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Sebelumnya, pada Rabu (18/9/2019), jumlah tersangka karhutla sebanyak 230 orang dan lima perusahaan.

Baca: STORY- Polisi Dilengkapi Senjata Api Laras Panjang Saat Lakukan Pemadaman Karhutla di Riau, Ada Apa?

Baca: Kejadian Langka, Ular Berkaki Ditemukan di Lokasi Karhutla Inhu, Kondisinya Sudah Mati Terbakar

Baca: Camat Sugiati Siaga hingga Subuh,Karhutla Berjarak 50 Meter dari Pemukiman di Kepulauan Meranti Riau

Baca: Asap Karhutla tak kunjung Reda, Udara Pekanbaru Memburuk, Pemko Perpanjang Libur Sekolah

"Sampai saat ini ada 249 tersangka yang sudah ditetapkan dan ini berproses. Di antara tersangka itu, korporasi ada enam yang tersebar di seluruh polda," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).

Iqbal mengatakan, penambahan tersangka dari pihak perusahaan berada di Jambi. Namun, ia belum merinci inisial perusahaan tersebut.

//

Selain itu, polisi sebelumnya telah menetapkan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) sebagai tersangka karhutla di Riau.

Kemudian, Polda Sumatera Selatan menetapkan PT Bumi Hijau Lestari (BHL) sebagai tersangka.

Sementara, Polda Kalimantan Tengah menetapkan PT Palmindo Gemilang Kencana sebagai tersangka.

Terakhir, dua perusahaan di Kalimantan Barat berstatus tersangka yaitu PT Surya Agro Palma (SAP) dan PT Sepanjang Inti Surya Usaha (SISU).

Seluruh perusahaan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga lalai mencegah terjadinya kebakaran di lahan mereka.

Baca: Gubernur Riau Syamsuar Peringatkan Perusahaan Maksimal Bantu Pemadaman Karhutla di Wilayahnya

Baca: Pemadaman Api Karhutla Terus Dilakukan, Panglima TNI Sebut Pemadaman di Riau Berjalan Efektif

Namun, Iqbal mengatakan bahwa tak menutup kemungkinan pasal yang disangkakan dapat bertambah. Selain pidana, perusahaan nantinya juga dapat dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin.

"Dalam proses itu pembuktian berjalan, ada timeline-nya, itu strategi penyidik. Tidak menutup kemungkinan dilapis dengan pasal-pasal lain, dan mungkin saja tersangka juga akan bertambah dalam satu perusahaan tersebut. Jadi tidak final," tutur dia.

Saat ini, aparat gabungan terus melakukan upaya pemadaman karhutla.(*)

Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved