Karhutla

Tersesat di Hutan, Kehabisan Makanan Hingga Pingsan, Ini Kisah Petugas Pemadam Karhutla di Kaltim

anyak orang-orang yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawa mereka dalam upaya memadamkan api Kebakaran hudan dan lahan (Karhutla)

Tersesat di Hutan, Kehabisan Makanan Hingga Pingsan, Ini Kisah Petugas Pemadam Karhutla di Kaltim
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru bersama prajurit TNI berusaha memadamkan bara api kebakaran lahan gambut yang terjadi di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (10/9/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Tersesat di Hutan, Kehabisan Makanan Hingga Pingsan, Ini Kisah Petugas Pemadam Karhutla di Kaltim

TRIBUNPEKANBARU.COM - Banyak orang-orang yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawa mereka dalam upaya memadamkan api Kebakaran hudan dan lahan (Karhutla)

Mereka-mereka itu adalah petugas yang memadamkan api langsung di titiknya. Masuk ke dalam hutan rimbun tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri di tengah kepungan api dan asap Karhutla.

Ada cerita pilu dari para petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur.

Para pemadam terdiri dari petugas Dinas Kehutanan Kaltim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, dan ditambah relawan yang tergabung dalam Zero Fire Forest.

Baca: Sore Ini, Persita Vs PSMS Medan live streaming Video Pukul 15.30 WIB

Baca: Jarak Pandang 300 Meter, Hujan Tak Kunjung Turun di Pelalawan Riau, Libur Sekolah Diperpanjang

Baca: Tour De Siak 2019 Kembali Dilanjutkan Setelah Sempat Dihentikan Pada Etape III

Saat berjuang melakukan pemadaman, tak jarang mereka kehabisan stok makanan, tersesat di tengah hutan, hingga kelelahan karena terpapar terlalu banyak asap.

Kepala Seksi Pengendali Kerusakan dan Pengamanan Hutan Dinas Kehutanan Kaltim Shahar Al Haqq mengatakan, tim pemadam kadang berjalan kaki puluhan kilometer untuk menuju titik api.

Shahar yang juga sebagai koordinator tim Zero Fire Forest itu mengatakan, anggota tim pemadam kemudian membangun posko di sekitar titik api.

Setelah habis bahan makanan, mereka harus kembali ke pos terdekat atau pemukiman warga.

"Kalau kami sudah masuk hutan, jaraknya misalnya 100 kilometer. Tak mungkin energi kita dihabiskan hanya pikul makanan.

Halaman
123
Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved