Selasa, 5 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Riau

Kami Butuh Oksigen Bukan Masker, Jeritan Warga Pelalawan Riau yang Terdampak Kabut Asap

Tenggorokan kering dan suara serak dirasakan jika terlalu lama terpapar asap. Ia terpaksa membeli oksigen mini dari apotek untuk berjaga-jaga.

Tayang:
Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kondisi kabut asap di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau pada Senin (23/9/2019) yang semakin pekat hingga jarak pandang menurun jadi 300 meter. 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap yang melanda Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau membuat warga mengeluh.

Senin (23/9/2019), kabut asap masih parah. Kualitas udara berdasarkan pengukuran ISPU menyentuh level sangat tidak sehat dan beberapa kali bahkan pada kategori berbahaya.

Masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah yang terpapar langsung dengan asap. Meski menggunakan masker atau penutup wajah sejenisnya, tetap saja aroma terbakar terasa serta perih pada mata.

"Sejak kemarin asap sudah masuk ke dalam rumah. Bahkan di dalam rumah saya merasa sesak, apalagi di luar," kata warga Pangkalan Kerinci, Sri Intan Ningsih (36).

Keluhan sesak, kata ibu rumah tangga ini, sangat terasa pada malam dan pagi hari. Asap tampak jelas masuk ke dalam rumah melalui celah-celah lubang angin, meski seluruh pintu dan jendela ditutup.

Ibu dua anak ini terpaksa menghidupkan kipas angin di ruang tengah rumah dan AC di kamar untuk menseterilkan udara.

Warga lain, Rahmat Susanto (42) menyampaikan keluhan serupa terkait udara yang tidak bersih lagi untuk dihirup walau memakai masker.

Tenggorokan kering dan suara serak dirasakan jika terlalu lama terpapar asap. Ia terpaksa membeli oksigen mini dari apotek untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu keluarganya merasakan sesak akibat asap.

"Sekarang pemerintah gak perlu membagi masker lagi, tapi harusnya oksigen. Warga sekarang butuh oksigen bukan masker lagi," katanya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.Kes menuturkan, untuk pembagian oksigen konsentrat atau mini sifatnya hanya sementara.

Namun bagi warga yang ingin mencari oksigen murni dan udara segar, silakan mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan pemerintah terdekat.

Pasalnya Diskes telah memerintahkan seluruh faskes pemerintah untuk membuka posko kesehatan bagi masyarakat yang menjadi korban kabut asap.

"Oksigen konsentrat itu sifatnya sementara. Sebaiknya mendatangi fasilitas kesehatan kita. Mulai pekan lalu semua puskesmas hingga poskes sudah dibuka," beber Asril. (Tribunpekanbaru.com/johannes wowor tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved