Pelalawan

Kami Butuh Oksigen Bukan Masker, Warga Pelalawan Riau Mengeluh Sesak karena Asap Meski dalam Rumah

Kabut asap yang melanda Kabupaten Pelalawan hingga Senin makin parah. Kepekatannya bertambah kian hari dan semakin menyengsarakan masyarakat.

Kami Butuh Oksigen Bukan Masker, Warga Pelalawan Riau Mengeluh Sesak karena Asap Meski dalam Rumah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kondisi kabut asap di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau pada Senin (23/9/2019) yang semakin pekat hingga jarak pandang menurun jadi 300 meter. 

Kami Butuh Oksigen Bukan Masker, Warga Pelalawan Riau Mengeluh Sesak Karena Asap Meski dalam Rumah

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kabut asap yang melanda Kabupaten Pelalawan hingga Senin (23/9/2019) semakin parah. Kepekatannya bertambah kian hari dan semakin menyengsarakan masyarakat.

Kualitas udara berdasarkan pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menyentuh level sangat tidak sehat dan beberapa kali bahkan pada kategori berbahaya.

Masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah yang terpapar langsung dengan asap.

Meski menggunakan masker atau penutup wajah sejenisnya, tetap saja aroma terbakar terasa serta perih pada mata.

"Sejak kemarin asap sudah masuk ke dalam rumah. Bahkan di dalam rumah saya merasa sesak, apalagi di luar," kata warga Pangkalan Kerinci, Sri Intan Ningsih (36), kepada tribunpelalawan.com, Senin (23/9/2019).

Baca: Kena Batunya, Pria Ini Alami Hal yang Mengerikan setelah Mengganggu Ular Piton

Keluhan sesak, kata ibu rumah tangga ini, sangat terasa pada malam dan pagi hari. Asap tampak jelas masuk ke dalam rumah melalui celah-celah lubang angin, meski seluruh pintu dan jendela ditutup.

Ibu dua anak ini terpaksa menghidupkan kipas angin di ruang tengah rumah dan AC di kamar untuk menseterilkan udara.

Warga lainnya, Rahmat Susanto (42) menyampaikan keluhan serupa terkait udara yang tidak bersih lagi untuk dihirup walau memakai masker. Tenggorokan kering dan suara serak dirasakan jika terlalu lama terpapar asap. Ia terpaksa membeli oksigen mini dari apotik untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu keluarganya merasakan sesak akibat asap.

"Sekarang pemerintah ngak perlu membagi masker lagi, tapi harusnya oksigen. Warga sekarang butuh oksigen bukan masker lagi," katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.Kes menuturkan, untuk pembagian oksigen konsentrat atau mini sifatnya hanya sementara.

Namun bagi warga yang ingin mencari oksigen murni dan udara segar silahkan mendatangi Pusekesmas atau fasilitas kesehatan pemerintah terdekat.

Baca: Ternyata Baim Wong Pernah Incar Citra Kirana, Paula Verhoeven Bongkar Diary Sahabat Raffi Ahamd

Pasalnya Diskes telah memerintahkan seluruh faskes pemerintah untuk membuka posko kesehatan bagi masyarakat yang menjadi korban kabut asap.

"Oksigen konsentrat itu sifatnya sementara. Sebaiknya mendatangi fasilitas kesehatan kita. Mulai pekan lalu semua puskesmas hingga poskes sudah dibuka," beber Asril.

Pihaknya akan menambah posko kesehatan dan rumah singgah yang memiliki fasilitas memadai bagi warga yang memerlukan oksigen. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved