Siak

Kejari Siak Tetapkan Eks Penghulu Buantan Lestari Tersangka Kasus Tipikor, Amin Soimin Diperiksa

Dugaan tindak pidana korupsi dimaksud terkait pengelolaan anggaran dana kampung Buantan Lestari 2018 lalu.

Kejari Siak Tetapkan Eks Penghulu Buantan Lestari Tersangka Kasus Tipikor, Amin Soimin Diperiksa
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Ilustrasi 

Kejari Siak Tetapkan Eks Penghulu Buantan Lestari Tersangka Kasus Tipikor, Amin Soimin Diperiksa

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak menetapkan eks Penghulu (Kades) Buantan Lestari, Kecamatan Bunagaraya, Kabupaten Siak inisial S sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi. Indikasi kerugian negara pada perkara ini mencapai Rp 500 juta.

Kasi Pidsus Kejari Siak Sonang Simanjuntak mengatakan, S sudah ditetapkan tersangka sejak awal Agustus 2019 lalu.

Dugaan tindak pidana korupsi dimaksud terkait pengelolaan anggaran dana kampung Buantan Lestari 2018 lalu.

"Ada kegiatan fisik dan non fisik yang merugikan negara mencapai Rp 500 juta," kata Sonang Simanjuntak, Senin (23/9/2019).

Baca: BREAKING NEWS: Ratusan Penumpang Citilink Tujuan Yogyakarta Batal Berangkat dari Bandara Pekanbaru

Baca: Tertunda Sampai Minggu Malam di Bandara Pekanbaru, Sejumlah Pesawat Akhirnya Berangkat Senin Pagi

Ia menerangkan, tersangka melaksanakan 10 kegiatan fisik namun hanya 3 kegiatan yang selesai. Sedangkan kegiatan non fisik ada 5 tetapi hanya 3 yang dikrjakan tapi tidak selesai, 2 tidak dikerjakan.

"Ada beberapa kegiatan yang seharusnya diberikan bantuan, misalnya hari besar nasional, pengadaan kursi hadap di desa Buantan Lestari, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) tidak disampaikan juga," kata dia.

Meski sudah ditetapkan tersangka, S belum ditahan. Proses penyidikan masih tetap dilakukan, bakan Kejari Siak sudah memeriksa sebanyak 20 saksi.

Eks Sekretaris Camat Bungaraya yang saat ini sudah menjadi Camat Sabak Auh Amin Soimin juga diperiksa menjadi saksi.

Sebab, saat menjadi Sekretaris Camat Bungaraya, Amin bertugas untuk memverifikasi kegiatan dari pemerintahan kampung (desa).

"Amin Soimin kita periksa karena dia waktu itu melakukan verifikasi dana desa. Desa mencairkan anggaran setelah diverifikasi oleh pihak kecamatan," kata dia.

Baca: BREAKING NEWS: Gubernur Syamsuar Tetapkan Status Riau Darurat Bencana Pencemaran Udara

Baca: BREAKING NEWS: Udara di Pekanbaru Masih Sangat Berbahaya, Terpantau 256 Hotspot di Riau

Menurut Sonang, dari beberapa saksi yang diperiksa memang menyatakan tidak pernah menerima bantuan, baik untuk hari besar nasional maupun hari besar Islam. Padahal terdaftar sebagai penerima.

"Perkara ini awalnya berdasarkan laporan masyarakat, kemudian kita lakukan penyelidikan. Ternyata ada indikasi pelanggaran hukum. Inspektorat juga sudah pernah melakukan pemeriksaan khusus terhadap desa itu," kata dia.

Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan akan adanya tersangka baru dalam perkara ini. (Tribunsiak.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved