Breaking News:

Kabut Asap Membuat Balap Sepeda Tour de Kepri Ditunda Jadi November 2019

Sebelumnya, ajang balap sepeda Tour de Kepri direncanakan digelar 27-29 September. Namun kabut asap membuat agenda itu diundur.

internet
Tour de Kepri tahun lalu saat melintasi Jembatang Barelang. Tahun ini, ajang balap sepeda ini ditunda menjadi bulan November mendatang karena kabut asap. 

tribunpekanbaru.com - Pelaksanaan balap sepeda tahunan Tour de Kepri terpaksa ditunda karena kabut asap kebakaran lahan dan hutan (karhutla). Tour de Kepri yang semestinya dilaksanakan 27-29 September 2019, ditunda menjadi 1-3 November.

"Pelaksanaannya ditunda karena kabut asap. Karena ini olahraga di luar ruangan, olahraga pernafasan," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Boeralimar di Batam, Selasa (24/9).

Panitia tidak ingin mengambil risiko kesehatan peserta balap, karena olahraga sepeda membutuhkan kualitas udara yang baik.

Pengunduran jadwal pelaksanaan Tour de Kepri juga sudah disetujui panitia dari Singapura, mengingat kegiatan itu banyak diikuti pesepeda dari Singapura dan pesepeda internasional lain yang masuk melalui Negara Singa.

Buralimar mengatakan, panitia sengaja memilih kegiatan pada November, dengan harapan saat itu sudah memasuki musim hujan. "Selain itu, waktu pelaksanaan juga menyesuaikan dengan agenda pesepeda," kata dia.

Hingga saat ini, sudah ada 280 pebalap sepeda internasional yang mendaftar ikut serta di ajang tahunan itu, bersama 35 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia.

Tour de Kepri dibagi dalam 3 kategori, yaitu Teritorium yang menelusuri Pulau Dompak pada hari pertama, kemudian Bintan Klasik yang mengambil rute dari Kota Tanjungpinang hingga Pulau Bintan di hari kedua, dan Barelang Klasik pada hari ketiga dengan rute Batam hingga gugusan Pulau Rempang dan Galang.

"Pebalap boleh memilih mau ikut di kategori yang mana. Tidak harus ketiga-tiganya," kata Buralimar.

Sementara itu, kabut asap di Kota Batam kembali menebal pada Selasa (24/9) pagi meski masih dalam kategori sehat sedang. Berdasarkan pantauan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam, ISPU Batam pada Selasa pagi berkisar antara 64 hingga 74. (ant/rol)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved