Pelalawan

Asap di Riau Berkurang Usai Diguyur Hujan, Rumah Singgah Kesehatan di Pelalawan Tetap Aktif

Asap yang hasilkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dua bulan ini menguasai angkasa Pelalawan berasur hilang.

Asap di Riau Berkurang Usai Diguyur Hujan, Rumah Singgah Kesehatan di Pelalawan Tetap Aktif
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan siaga di rumah singgah yang dibuka di rumah Dinas Bupati Pelalawan, Selasa (24/9/2019) lalu. 

Asap di Riau Berkurang Usai Diguyur Hujan, Rumah Singgah Kesehatan di Pelalawan Tetap Aktif

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kondisi kabut asap di Kabupaten Pelalawan berkurang drastis pada Rabu (25/9/2019) setelah diguyur hujan sejak malam hingga dini hari dan bersambung lagi pagi ini.

Asap yang hasilkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dua bulan ini menguasai angkasa Pelalawan berasur hilang.

Kualitas udara berdasarkan pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udaran (ISPU) pada level sedang dengan konsentrasi PM 10 pada angka 92.20.

"Itu berdasarkan data dari Pekanbaru yang kita jadikan sebagai pembanding ke Pelalawan. Kondisinya tidak jauh berbeda, lantaran kita tak memiliki alat ISPU," beber Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, Davis Riswan S.Het M.Si, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (25/9/019).

Baca: Jarak Pandang di Pelalawan Riau Meningkat Drastis Setelah Hujan Deras, Siswa Kembali Bersekolah

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.Kes, kualitas udara di Pelalawan pada umumnya sudah membaik dengan berkurangnua kabut asap.

Meski demikian Diskes tetap memerintah seluruh rumah singgah untuk siaga dan membuka pelayanan seperti biasanya kepada masyarakat yang menjadi korban paparan asap.

Ada 14 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan dua rumah singgah tambahan yang disiapkan sebagai lokasi evakuasi warga korban jerebu. Para petugas medis, dokter, dan semua alat kesehatan serta obat-obatan disediakan.

"Kita akan lihat dua hari kedepan bagaimana kondisinya. Sekarang semua rumah singgah masih siaga dan tetap melayani. Apalagi di Pangkalan Kerinci kita tambah di rumah dinas pak bupati dan gedung daerah," tandas Asril.

Diterangkannya, sebanyak 1,867 warga terserang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) sepanjang Bulan September ini. Korban ISPA akibat kabut asap didominasi warga berusia diatas 5 tahun yang dirawat di 14 Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih.

"Peningkatan tajam mulai terjadi sejak tanggal 17 September diman kabut asap yang kian pekat," kata Asril.

Baca: Kabar Gembira Mahasiswa Pelalawan Riau, 1.210 Orang Terima Bantuan Pendidikan, Total Rp 2.4 Miliar

Hingga saat ini Diskes bersama seluruh Puskesmas telah menyalurkan 245.350 masker kepada masyarakat sejak musim kabut asap berlangsung.

Pihaknya masih memiliki 50 ribu masker lagi di gudang penyimpanan untuk dibagikan kepada warga. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved