Berita Riau

Guru Beri Soal pada Murid Lewat What’s App Group Selama Libur Asap di Siak Riau

Masing-masing kelas mempunyai What's App Group. Wali kelas memberikan soal dari guru mapel melalui grup itu. Seluruh soal harus dikerjakan di rumah.

Guru Beri Soal pada Murid Lewat What’s App Group Selama Libur Asap di Siak Riau
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Anak-anak sekolah mengikuti kegiatan fun bike, beberapa waktu lalu. Para murid sekolah ini sudah dua minggu libur karena kabut asap. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Selama 2 minggu sekolah-sekolah diliburkan di Kabupaten Siak. Beberapa sekolah sudah mulai aktif kembali sejak Selasa (24/9/2019).

"Alhamdulillah, hujan turun dan langit mulai cerah. Kami sudah dua hari masuk sekolah seperti hari biasanya," kata Kepala SMPN 2 Siak Drs Amrin, Rabu (25/9/2019).

Amrin memperjelas, sekolah itu sudah 2 minggu libur karena kabut asap. Seharusnya mereka sudah melaksanakan ujian mide semester, namun guru mata pelajaran (mapel) mesti mengejar ketertinggalan pelajaran sejak 2 minggu itu terlebih dahulu.

"Untuk mengimbangi waktu libur kemarin, kami memanfaatkan WhatsApp Group (WAG). Tentu saja memang tidak seefektif tatap muka," kata Amrin.

Ia menguraikan, masing-masing kelas mempunyai WAG. Wali kelas memberikan soal dari guru mapel melalui grup itu. Seluruh soal harus dikerjakan di rumah oleh peserta didik.

"Misalnya hari ini ada pelajaran Bahasa Indonesia, PKN dan Matematika. Masing-masing guru Mapel menyiapkan 2 soal yang dishare ke wali kelas, lalu kelas meneruskan ke WAG kelas," kata dia.

Menurut Amrin, dengan 2 soal masing-masing mapel setiap hari, rata-rata anak menyelesaikan 6-8 soal setiap hari di rumahnya masing-masing. Lembaran penyelesaiannya dikumpulkan pada hari pertama sekolah.

"Kalau tidak dibuat begitu otomatis pelajaran terlalu tertinggal, kemudian anak tidak belajar sendiri di rumah. Padahal pada kondisi kabut asap kita juga menyuruh anak hanya berada di dalam rumah," kata dia.

Pihaknya juga sudah merencanakan format ujian mid semester melalui WAG, jika kabut asap terus menyerang udara Siak. Format itu sudah disampaikannya kepada wali kelas dan guru mapel.

Namun karena hujan turun dan langit sudah agak cerah, maka pihaknya merencanakan ujian mide semester secara tatap muka.

Amrin juga merasakan kerugian yang dialami selama kabut asap. Baik secara pribadi maupun secara umum. Anak-anak yang seharusnya dididik di sekolah harus berada di rumah selama kabut asap.

"Bahkan ada anak kami yang harus diungsikan oleh orangtuanya ke Bukittinggi. Kami mengizinkan karena kondisi asap minggu lalu memang sangat pekat," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved