Jarak Pandang di Pelalawan Meningkat Drastis, Siswa Kembali Masuk Sekolah

Kabut asap di Pelalawan menurun pesat meski masih ada asap tipis. Sedangkan di Kuansing, penderita ISPA malah meningkat meski asap juga menurun.

Jarak Pandang di Pelalawan Meningkat Drastis, Siswa Kembali Masuk Sekolah
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kawasan Pangkalan Kerinci mulai cerah setelah beberapa lama tertutup kabut asap. Hujan yang turun berhasil membuat udara kembali bersih. 

tribunpekanbaru.com - Hujan mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pelalawan pada Selasa (24/9) malam hingga Rabu (25/9) dinihari dengan intensitas beragam, mulai sedang hingga deras.

Alhasil, kabut asap yang sebelumnya menguasai wilayah Pangkalan Kerinci mulai hilang, meskipun masih asap tipis yang bercampur embun masih menghalangi pandangan.

Namun secara umum udara mulai terlihat cukup bersih, tidak lagi menimbulkan perih di mata dan sesak di dada. Aroma kebakaran yang biasanya terasa ketika kabut pekat juga mendadak hilang.

"Jarak pandang pagi ini (kemarin) di Pelalawan mencapai 2.000 meter. Meningkat drastis di banding sehari sebelumnya yang hanya 800 meter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada Tribun, Rabu (25/9).

Hadi Penandio menjelaskan, potensi hujan masih terjadi mengingat langit terlihat mendung. Namun tetap harus diwaspadai penurunan kualitas udara dan jarak pandang, akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk hotspot atau titik panas di Pelalawan pada Rabu kemarin terpantau lima titik, dengan empat di antaranya memiliki tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau mengarah ke titik api. Titik panas maupun titik api tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Langgam.

"Langsung dicek masing-masing tim perkembangan di lokasi karhutla sebelumnya," ujar Hadi.

Selain itu, sejak Rabu kemarin seluruh sekolah di Kabupaten Pelalawan mulai tingkat TK, SD, dan SMP, sudah kembali bersekolah setelah dua pekan diliburkan akibat kabut asap.

Siswa kembali masuk sekolah agar tidak ketinggalan pelajaran setelah dirumahkan. Apalagi kualitas udara juga sudah berangsur membaik, dan kabut asap sudah jauh berkurang kepekatannya.

"Semua sudah belajar seperti biasa, semua sekolah TK sampai SMP. Kalau SMA sederajat merupakan kewenangan Pemprov Riau," kata Kabid Pengembangan dan Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pelalawan, Anton Timur Jaelani MH.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved