Artikel

Gagal Paham Disrupsi Mindset Terhadap UMKM

Memang tidak banyak yang paham, dan dengan entengnya mempersamakan UMKM dengan Start Up

Gagal Paham Disrupsi Mindset Terhadap UMKM
Foto Istimewa
Gagal Paham Disrupsi Mindset Terhadap UMKM 

Gagal Paham Disrupsi Mindset Terhadap UMKM

Foto DR Irvandi Gustari
Foto DR Irvandi Gustari (istimewa)

Oleh: DR. Irvandi Gustari
( Akademisi & Praktisi Perbankan)

Memang tidak banyak yang paham, dan dengan entengnya mempersamakan UMKM dengan Start Up.

Ya kalau untuk semangatnya ikuti trend topik tentang disrupsi ya bolehlah, sehingga setiap perusahaan baru dianggap sebagai Start Up.

Tidak salah memang, namun masih dari kebenaran yang solid.

Kita memang tidak sedang main kata-kata atau bedah makna, namun disinilah sering salah kaprah diawal, sehingga acap kali terjadi salah strategi karena dari sejak sudah salah filosophi dan akhirnya bubar.

UMKM atau dalam kesehariannya kita sebut sebagai Usaha Menengah, Kecil dan Mikro diakui sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan langsung menyentuh ke akar rumput.

Kalau begitu apa bedanya antara UMKM dengan Start Up?

Lalu pertanyaannya apa memang adakah garis pembatas keras, sehingga UMKM tidak bisa dipersamakan dengan Start Up Company?

Kalau pembaca pernah membaca artikel dari penulis tentang apa bedanya “Konten” dengan “Konteks” maka terjawab sudah bahwa memang tidak semua UMKM bisa dikategorikan ke dalam kelompok Start Up.

Jadi? Apa bedanya konten dengan konteks? Ayo kita melirik dulu ke contoh lain yaitu bedanya Gojek dengan Garuda Indonesia.

Halaman
123
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved