Banyak HP Black Market (BM), Pekan Depan Disperindag Batam Mulai Lakukan Penarikan

Disperindag Kota Batam sudah memberikan surat peringatan kepada para pedagang agar tidak lagi menjual HP BM.

infokomputer
Ilustrasi HP BM 

tribunpekanbaru.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, sudah mendata sejumlah tempat dan pedagang yang menjual ponsel tak resmi alias black market (BM) di wilayah Kota Batam.

Pendataan ini dilakukan, menyusul rencana pemerintah pusat yang akan memblokir handphone yang belum terdaftar resmi di Indonesia.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, timnya sudah pernah turun ke lapangan mengecek keberadaan ponsel-ponsel BM ini. "Banyak sekali hp-hp BM dijual pedagang," kata Gustian, Kamis (26/9) sore lalu di Kantor Wali Kota Batam.

Ia mengatakan, hampir di setiap tempat yang menjual ponsel, ada juga terselip ponsel BM. Seperti di Lucky Plaza, Botania 2, dan lainnya. "(HP BM) yang dipajang tiga atau empat unit, tapi mereka punya stok banyak di belakang," ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah pedagang yang menjual HP BM ini tak mencapai ratusan toko. Namun diakuinya terbilang banyak. "Kalau ratusan tidak. Ini perlu segera ditindaklanjuti kita semua," kata Gustian.

Saat timnya memeriksa beberapa waktu lalu, Disperindag memang tidak langsung menarik ponsel-ponsel BM itu dari tangan para pedagang. Mereka masih dalam tahap mengingatkan, dengan memberikan surat teguran pertama.

"Kita kasih surat teguran, tak boleh lagi jual HP BM," ujar mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam ini.

Sebelumnya diberitakan, Tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bersama Disperindag Kota Batam akan menarik ponsel-ponsel tak resmi alias black market (BM) yang banyak beredar di Batam. Rencana awalnya, penarikan akan dimulai pada pekan depan atau pada pekan pertama Oktober mendatang.

Gustian mengingatkan kepada para pedagang ponsel, agar tak lagi menjual lagi HP yang tak memiliki IMEI alias BM. Kepada konsumen, juga diminta berhati-hati ketika membeli ponsel agar tak merugi di kemudian hari. (rin/tribun batam)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved