Wapres Jusuf Kalla Blak-blakan soal Kabut Asap, Sindir Negara Tetangga Tak Tahu Terima Kasih

Wakil Presiden Jusuf Kalla, selaku Ketua Delegasi Indonesia dalam sidang Majelis Umum ke-74 PBB, menyampaikan pandangan Indonesia

TRIBUNNEWS/RINA AYU PANCA RINI
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (27/8/2019). 

Wapres Jusuf Kalla Blak-blakan soal Kabut Asap, Sindir Negara Tetangga Tak Tahu Terima Kasih

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kebakaran hutan yang terjadi di 6 provinsi di Indonesia beberapa waktu belakangan, menyita perhatian banyak orang. Terutama negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

Asap kebakaran menyebrang ke sana, dan mengganggu aktivitas masyarakat di dua negara itu. Perdana Menteri Malaysia bahkan melontarkan kritik terkait penanganan yang dilakukan Indonesia.

Mereka juga mengajukan bantuan untuk menyelesaikan masalah karhutla. Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pendapatnya saat diwawancarai Reporter VOA, Valdya Baraputri.

Wawancara ini dilakukan seusai Jusuf Kalla menyampaikan pidato (National Statement) di hadapan Sidang tahunan ke-74, Majelis Umum PBB dari Studio Mini VOA di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

Dilansir Voaindonesia.com, Jusuf Kalla mengatakan Indonesia tidak bermaksud mengirimkan asap, dan masalah itu harus diatasi bersama-sama.

Baca: DPR Minta Jokowi Pecat Wiranto, Dinilai Gagal Antisipasi Demo Berdarah di Sulteng

Baca: Jokowi Ingin Cepat Dilantik, Jutaan Pendukung Siap Hadir Setelah Bertemu Presiden Kemarin

Singapura diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia
Singapura diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia (AFP)

“Orang kadang-kadang lupa bahwa, 10-11 bulan justru mendapat oksigen yang baik dari Indonesia tanpa ucapan terima kasih,” serunya dalam wawancara eksklusif dengan VOA, 27 September 2019.

“Jadi apabila ada masalah seperti itu, maka harus bersama-sama kita atasi masalahnya.”

“Dan Indonesia tidak ada maksud berniat menyebabkan negara lain kena. Tapi Indonesia tidak bisa mengontrol udara, mengontrol angin.”

“Bukan hanya Indonesia, Brazil kena. Di California berapa orang meninggal karena kebakaran hutan. Di Australia, di Spanyol, di seluruh dunia. Di mana ada hutan, di situ ada risiko terbakar.

Halaman
123
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved