15 Murid Jadi Korban, Guru SD di Tapanuli Tengah Diduga Cabuli Murid
Seorang guru SD di Tapanuli Tengah, Sumut, diduga mencabuli murid-muridnya. Orangtua murid pun melapor kepada polisi.
Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
tribunpekanbaru.com - Seorang oknum guru SD di Tapanuli Tengah (Tapteng) berinisial JH (49), diduga melakukan perbuatan cabul terhadap anak didiknya. Hal itu terungkap setelah pihak keluarga korban membuat pengaduan ke Polres Tapteng.
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Sukamat, Minggu (29/9), membenarkan laporan tersebut dan menyatakan sudah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan juga korban.
“Unit PPA Polres Tapteng sudah melakukan pemeriksaan dalam kasus dugaan tindak pidana pencabulan. Laporannya tanggal 28 September 2019. Dari hasil pemeriksaan, dugaan perbuatan cabul yang dilakukan terlapor terjadi bulan Juli 2019 sekitar pukul 09.00 WIB saat jam sekolah berlangsung. Sedangkan korban yang sudah diperiksa ada 5 orang dan semuanya siswi yang belajar di sekolah tempat terlapor mengajar,” terang Sukamat.
Menurut informasi, diduga ada sekitar 15 orang yang jadi korban dugaan pencabulan oleh oknum guru PNS itu.
Jamil Zeb Tumori, selaku Direktur LSM P4PSU yang mendampingi para korban membuat laporan ke Polres Tapteng, mengatakan pihaknya mendampingi para korban dan keluarganya membuat laporan ke Polres.
“Kami minta kepala sekolah tempat pelaku mengajar agar melakukan evaluasi dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Dan kepada Kapolres Tapteng, kami menyampaikan apresiasi dan minta menuntaskan kasus ini, walaupun ada upaya perdamaian yang hendak dilakukan pelaku dan keluarganya,” kata Jamil.
Dari belasan korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru itu, terang Jamil, ada anak-anak yatim dan anak angkat. (ant)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/murid-korban-cabul-guru-di-tapteng-sumut.jpg)