Jadi Tempat pacaran Hingga Larut Malam, Satpol PP Pelalawan Peringati Warga Rusunawa

Satpol PP Pelalawan menerima pengaduan masyarakat terkait perilaku dan gaya hidup beberapa warga yang tinggal di Rusunawa yang tidak sesuai norma.

Jadi Tempat pacaran Hingga Larut Malam, Satpol PP Pelalawan Peringati Warga Rusunawa
Foto/Istimewa
RUSUNAWA - Personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pelalawan melakukan patroli ke Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Komplek Bhakti Praja sekaligus memberikan peringatan kepada penghuninya pada Sabtu (28/9/2019) malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pelalawan Riau mendatangi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pangkalan Kerinci pada Sabtu malam (28/9/2019) dan melakukan pemeriksaan situasi serta kondisi.

Personil Satpol PP mendatangi para penghuni Rusunawa yang terletak di belakang kompleks perkantoran Bhakti Praja Pemkab Pelalawan.

Personil penegak Peraturan Peraturan daerah (Perda) ini memberikan peringatan sekaligus imbauan kepada warga yang tinggal di rumah susun milik pemerintah itu.

"Kita masih hanya memeriksa dan memberikan peringatan saja, belum razia. Untuk menindak lanjuti laporan masyarakat yang tinggal di sekitarnya," tutur Kabid Trantibum Satpol PP Pelalawan Sofyan S.Sos, kepada Tribun, Minggu (29/9/2019).

Baca: Bukan Sawit Bukan Karet. Tanam Ubi Racun Bisa Untung Rp30 Juta Sekali Panen

Sofyan menuturkan, pihaknya menerima pengaduan masyarakat terkait perilaku dan gaya hidup beberapa warga yang tinggal di Rusunawa yang tidak sesuai norma-normas sosial.

Seperti menerima tamu hingga melewati jam malam yang ditentukan yakni pukul 22.00 WIB.

Bahkan penghuni berpacaran di kompleks Rusunawa hingga larut malam, tanpa mengingat waktu dan menjaga kondisi tetangga lainnya.

Baca: Diikuti 20 Kecamatan, Bupati Buka MTQ Tingkat Kabupaten Inhil ke-49

Dijelaskannya, Rusunawa yang terdiri dari empat lantai itu belum semua terisi.

Pada lantai I dihuni oleh dosen dan tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P).

Biasanya kosong setiap akhir pekan.

Lantai II didiami oleh penghuni berjenis kelamin wanita baik mahasiswa ST2P maupun pegawai Pemda.

Lantai III ditempat oleh penyewa campuran baik laki-laki maupun perempuan.

Terakhir di lantai IV didiami oleh warga yang pria.

"Kita sudah berikan peringatan agar tidak menerima tamu lewat jam 10.00 malam. Serta penegasan lainnya agar tidak melanggar ketertiban. Kita akan pantau dengan mengirim intel nanti, jika masih terulang akan kita tindak tegas," tambah Sofyan. (Tribunpekanbaru.co/Johanes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved