Citizen Report

Pentingnya Membangun Kesadaran Membaca di Keluarga

Dalam persoalan meningkatkan literasi, khususnya membaca sebagai langkah awal, keluarga menjadi wadah yang paling ampuh

Pentingnya Membangun Kesadaran Membaca di Keluarga
pexels.com
Illustrasi Membaca 

Visual yang sama juga dijumpai pada beberapa kisah kehidupan tokoh-tokoh besar dunia. Rata-rata, mereka memiliki satu kesamaan, yaitu hobi membaca.

Tokoh Perempuan asal Amerika Serikat, Oprah Winfrey misalnya. Dia mengaku sudah mulai membaca sejak usia 3 tahun dan berhasil keluar dari jeratan masa lalu yang berat berkat membaca.

Lalu ada Elon Musk, sosok dibalik kemajuan teknologi masa mendatang ini memiliki ketertarian membaca buku Fiksi ilmiah. Bahkan, saat muda, Musk dikabarkan bisa menghabiskan waktu hingga 10 jam sehari untuk membaca novel-novel sci-fi. Dari situ, Musk kemudian mendapatkan ide-ide untuk produk Tesla, terutama soal roket. Dan banyak lagi cerita kesuksesan seorang tokoh dari kebiasaan membaca.

Dari cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan membaca tidak hanya memperkaya referensi tapi menjadi faktor penunjang seseorang dalam meraih prestasi dan kesuksesan.

Baca: Senin Ini Genap 10 Tahun, Padang Mengenang Gempa Dahsyat 30 September 2009

Baca: Status Darurat Pencemaran Udara di Riau Berakhir Senin Besok, Apa Diperpanjang?

2.      Menangkal Hoaks

Hasil studi minat membaca Indonesia di awal tadi menjadi cermin terhadap kondisi kekinian masyarakat Indonesia, terlebih pada satu tahun belakangan ini. Bagaimana kabar bohong atau hoaks merebak di jejaring media sosial dan banyak warga yang percaya begitu saja. Mereka berani mengambil kesimpulan tanpa melakukan proses cross check.

Tidak hanya itu, kecenderungan warganet Indonesia saat ini ialah begitu cepatnya menulis tanggapan atas suatu pemberitaan di kolom komentar sebelum membacanya hingga tuntas.

Hasilnya, kolom komentar di akun-akun informasi seperti media kerap disesaki pandangan-pandangan yang miskin analisis dan bersifat subyektif. Bahkan, tak jarang berakhir dengan hujatan dan cacian.

3.      Memanfaatkan Perhatian Pemerintah

Pemerintah telah berupaya sejak 10 tahun terakhir mengentaskan permasalahan pendidikan di Indonesia. Yakni dengan mengalokasikan dana untuk pendidikan itu sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dimana, anggaran ini terus mengalami kenaikan; pada 2009 anggaran pendidikan di APBN tercatat Rp 153 triliun, kemudian pada 2013 naik menjadi Rp 419 triliun, 2018 naik lagi menjadi Rp 444 triliun dan pada tahun ini sebesar Rp 492,555 triliun.

Halaman
1234
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved