Berita Riau

Seluas 1.100 Hektare Lahan di Bengkalis Provinsi Riau Terbakar Sepanjang Tahun 2019

Sepanjang tahun 2019 ini lahan terbakar di Bengkalis memang cukup luas. Mencapai sekitar 1.100 hektare lahan yang terbakar.

Seluas 1.100 Hektare Lahan di Bengkalis Provinsi Riau Terbakar Sepanjang Tahun 2019
Tribun Pekanbaru/Natsir
Pendinginan dilakukan Petugas Damkar Bengkalis di titik Karhutla Kecamatan Pinggir.Sepanjang tahun 2019 lahan terbakar di Bengkalis mencapai 1.100 hektare. 

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Setelah diguyur hujan hampir satu pekan ini akhirnya titik api berhasil dipadamkan di wilayah kabupaten Bengkalis. Meskipun sudah padam, BPBD Bengkalis tetap meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran di sekitar lahan gambut.

Hal ini diungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bengkalis Tajul Mudaris, Minggu (29/9/2019).

Menurut dia imbauan ini lakukan mengingat musim panas masih terjadi diprediksi hingga akhir November mendatang.

"Kita minta masyarakat sama-sama menjaga lahan masing-masing. Tidak melakukan pembakaran di sekitar kebun karena musim panas diprediksi masih akan berlangsung sebulan lebih ke depan," ungkap Tajul.

Tajul mengungkapkan sepanjang tahun 2019 ini lahan terbakar di Bengkalis memang cukup luas. Mencapai sekitar 1.100 hektare lahan yang terbakar.

"Penghitungan kita ini dapat dari data yang kita kumpulkan dari masyarakat dan Kades daerahnya terdapat lahan terbakar. Namun secara angka pastinya kita belum bisa pastikan, jadi kalau ada penghitungan berbeda dari pihak lain wajar saja," terangnya.

Menurut dia, pemadaman lahan karhutla di Bengkalis memang ada beberapa kendala sehingga petugas kesulitan memadamkan api secara cepat. Diantaranya sumber air di lokasi yang sangat sulit, apalagi jika tidak ada embung air, petugas harus terlebih dahulu membuat embung.

"Itupun kalau ada alat berat tersedia di lapangan. Kalau tidak tentu kita kesulitan melakukan pemadaman," tambahnya.

Namun ke depan menurut Tajul, Pemprov Riau berencana akan mengadakan alat berat ke seluruh daerah rawan terjadi karhutla di setiap kabupaten dan kota.

"Tentu rencana ini kita sambut baik, adanya bantuan alat berat dari pemerintah provinsi," ucapnya.

Menurut dia, jika hal ini terealisasi nantinya akan sangat membantu petugas di lapangan dalam pembuatan sekat maupun embung.

"Kita lihat saja nanti apakah akan diberikan per kecamatan atau desa yang rawan saja. Dengan adanya bantuan ini tentu sangat membantu," tutup Tajul. (Tribunpekanbaru.com/muhammad natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved