Berita Riau

Rabu Diserahkan ke Mabes Polri,Bupati Perintahkan Inventarisir Luas dan Pemilik Lahan Terbakar

Harris menyatakan, dirinya akan kembali mendatangi Bareskrim Mabes Polri pekan ini untuk menyerahkan data tentang luas lahan terbakar akibat karhutla.

Rabu Diserahkan ke Mabes Polri,Bupati Perintahkan Inventarisir Luas dan Pemilik Lahan Terbakar
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Bupati Pelalawan HM Harris. 

 TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Bupati Pelalawan HM Harris meminta seluruh lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Pelalawan dilakukan pendataan luas dan pemiliknya di setiap kecamatan selama tahun 2019.

Bupati Harris memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) menginventarisir luasan lahan yang dibakar api serta siapa saja pemiliknya. Data itu sangat dibutuhkan dan harus selesai dalam dua hari ke depan.

"Hari Rabu data itu akan saya bawa ke Mabes Polri dan diserahkan kepada mereka," ungkap Bupati Harris, Senin (30/9/2019) usai mengikuti coffee morning bersama seluruh pejabat.

Harris menyatakan, dirinya akan kembali mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri pekan ini untuk menyerahkan data tersebut, sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dijalani orang nomor satu di Pelalawan itu pekan lalu.

Harris dimintai keterangan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di atas kebun sawit milik PT Adei Plantation and Industry.

"(Saya) bukan diperiksa lagi, tapi hanya menyerahkan data itu saja," tambah Harris.

Ia berdalih inventarisir luasan dan pemilik lahan terbakar sesuai dengan perintah Presiden Jokowi, Panglima TNI, dan Kapolri saat berkunjung ke Pelalawan beberapa waktu lalu. Instruksi dari Polri sangat jelas bahwa lahan yang sempat terbakar tidak bisa ditanami sama sekali oleh pemiliknya sebelum proses hukum selesai.

"Kan jelas perintah Pak Kapolri, lahan (terbakar) itu tak bisa ditanami. Apalagi sudah dikasih garis polisi," tegas Harris.

Koordinasi dengan Camat

Kepala BPBD Pelalawan Hadi Penandio langsung memulai proses pendataan lahan yang terbakar serta pemiliknya baik perseorangan, kelompok, maupun perusahaan. BPBD bekerjasama dengan pemerintah kecamatan, desa, serta Polres Pelalawan hingga jajaran polsek.

"Kita mau koordinasi dulu dengan camat-camat, kepala desa, dan pihak kepolisian. Agar datanya lebih valid lagi," ungkap Hadi Penandio kepada tribunpelalawan.com, Senin (30/9/2019).

Hadi Penandio menuturkan, pihak kecamatan dan desa yang mengetahui lebih pasti hutan dan lahan yang selama ini terbakar serta siapa yang punya.

Kemudian pihak kepolisian yang saat ini telah menyegel lahan-lahan yang terbakar sepanjang 2019. Data tersebut akan disingkronkan dan diserahkan ke Bupati Harris untuk dibawa ke Mabes Polri.

Selama ini, tim satgas terpadu lebih fokus melakukan penanggulangan karhutla seperti pemadaman hingga pendinginan. Sedangkan untuk mengukur luas dan mencari pemiliknya dilakukan oleh kepolisian serta pemerintah setempat.

"Proses inventarisir sesuai arahan Pak Bupati kita lakukan sekarang," ujar Hadi. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved