Berita Riau

SEMPAT Minta Ditunda, Bareskrim Mabes Polri akan Periksa Bupati Pelalawan HM Harris Terkait Karhutla

Sempat minta ditunda, Bareskrim Mabes Polri akan periksa Bupati Pelalawan HM Harris terkait Kebakran Hutan dan Lahan atau Karhutla di PT Adei

SEMPAT Minta Ditunda, Bareskrim Mabes Polri akan Periksa Bupati Pelalawan HM Harris Terkait Karhutla
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
SEMPAT Minta Ditunda, Bareskrim Mabes Polri akan Periksa Bupati Pelalawan HM Harris Terkait Karhutla 

"Kamis nanti saya akan kesana (Bareskrim) terkait masalah PT Adei," tandasnya.

Orang nomor satu di Pelalawan itu juga telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menginventarisir luas lahan yang terbakar selama 2019 di Pelalawan, termasuk nama-nama pemiliknya.

Data itu juga akan dibawa Harris ke Bareskrim sesuai dengan instruksi kapolri saat berkunjung ke Pelalawan beberapa waktu lalu untuk meninjau Karhutla.

Seperti diketahui, Tim Bareskrim Polri dipimpin oleh Dirtipiter Brigjen Fadil Imran bersama rombongany didampingi Direskrimsus Polda Riau AKBP Andre Sudarmadi dan Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan serta jajarannya turun ke kebun sawit PT Adei yang terbakar pada Jumat (20/9/2019) pek lalu.

Penyidik Bareskrim melakuka penyegelan lahan yang terbakar pada 7 September lalu seluas 4,25 hektar. Sekaligus memasang baliho dimulainya penyidikan lengkap dengan nomor laporan polisi.

Baca: STORY- Kisah Pilu Anak Imigran di Riau, Tujuh Tahun Hidup di Penampungan hingga Sekolah di Pekanbaru

Baca: Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi harus Jadi PENDEKAR HUKUM, Terkait Kejahatan di Riau

Baca: WOW, Mantan Wakil Rakyat di Riau Diduga JUAL dan SEWAKAN Mobil Dinas, Mobil Terlacak Ada di Sumbar

Baca: STORY - KISAH Cewek Cantik Asal Riau Jadi Fashion Designer, Terinspirasi Ali hingga Shireen Sungkar

"Selain memanggil seluruh manajemen perusahaan, kita akan memanggil ke mabes seluruh kepala dinas, seluruh bupati yang wilayahnya terdapat kebakaran lahan dan hutan," kata Irjen Fadil Imran saat konperensi pers pekan lalu.

Pihaknya akan berkoordinasi dan mendorong pemerintah daerah untuk tidak menerbitkan izin atau menghentikan sementara proses penerbitan Izin Usah Perkebunan (IUP) bagi perusahaan yang terjerat Karhutla hingga proses penyidikan selesai.

Seperti diketahui, Karhutla terjadi di kebun sawit milik PT Adei pada 7 September lalu pada sore hari tepatnya di Divisi II Distrik Nilo di Des Batang Nilo Kecil Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan.

Hingga jam 22.00 wib api baru berhasil dipadamkan oleh puluham tim pemadam beserta mesin dan alat berat.

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved