BPBD Riau Bantah Asap Produk Karhutla Kembali Selimuti Wilayah Pekanbaru

Menurut BPBD, kabut yang sempat terlihat di pagi hari bukan asap, melainkan haze yang memang membuat jarak pandang jadi pendek.

BPBD Riau Bantah Asap Produk Karhutla Kembali Selimuti Wilayah Pekanbaru
FOTO/ISTIMEWA
Karhutla beberapa waktu lalu 

tribunpekanbaru.com - Sejak pagi hingga sore hari, udara Kota Pekanbaru tampak kembali diselimuti kabut asap pada Rabu (2/10).

Selain jarak pandang yang menjadi berkurang, kabut asap tipis juga dapat dirasakan dari aroma asap yang menyengat di hidung, dan terkadang membuat mata menjadi perih.

Meski kabut asap tercium menyengat hidung dan membuat mata perih, namun menurut keterangan Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, kabut asap tersebut bukanlah kabut asap dari pembakaran hutan dan lahan.

"Tidak ada, kami sudah koordinasi dengan BMKG, itu bukan kabut asap, tapi haze," kata Edwar, Rabu (2/10).

Edwar mengungkapkan, untuk saat ini kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah padam seluruhnya di wilayah Riau. Sehingga kecil kemungkinan kabut asap di Pekanbaru tersebut disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Kalau untuk di Riau sudah clear (kebakaran hutan dan lahan). Jadi kalau pun ada kabut asap, bisa jadi itu kiriman. Wilayah Sumsel sama Jambi kan masih ada kebakaran lahan. Tapi kita kan tidak tahu apakah asap dari sana itu yang mengarah ke sini, itu BMKG yang tahu," ujarnya menjelaskan.

Sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar sekaligus Komandan Satgas (Dansatgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau, secara resmi sudah mencabut status darurat pencemaram udara pada Selasa (1/10) lalu.

Status darurat pencemaran udara ini ditetapkan oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar selaku Dansatgas Karhutla Riau pada Senin 23 September silam. Saat ini, status darurat diumumkan Gubri H Syamsuar di Media Center Karhutla Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Setelah resmi mencabut status darurat pencemaran udara, Pemprov Riau memastikan tidak akan memperpanjang status darurat pencemaran udara di Riau, karena menilai situasi udara sudah membaik.

"Kemarin Pak Sekda sudah rapat bersama tim, karena melihat kondisi udara di Riau yang sudah bagus, maka kami tetapkan status darurat pencemaran udara itu sudah kami cabut," kata Gubri H Syamsuar, Selasa (1/10) lalu.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved