Disebar Lewat Pengobatan Alternatif, Kejari Pekanbaru Temukan Tiga Aliran Agama Diduga Menyimpang

Ada tiga aliran kepercayaan yang saat ini diteliti. Ada yang mirip ajaran Islam, ada pula yang mirip ajaran Kristen, namun diduga menyimpang.

Disebar Lewat Pengobatan Alternatif, Kejari Pekanbaru Temukan Tiga Aliran Agama Diduga Menyimpang
Kolase Tribun Bogor
Ilustrasi aliran sesat 

tribunpekanbaru.com - Tiga kelompok aliran kepercayaan terindikasi menyimpang, ditemukan beredar di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Demikian hasil pendalaman pihak intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, yang tergabung dalam Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Aliran Kepercayaan (Pakem).

"Ada ajaran yang mengajarkan tidak harus shalat dan baca Alquran. Ada juga ajaran mirip umat kristiani tapi tidak percaya natal dan salib," ungkap Kepala Sub Seksi A Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Yopentinu Adi Nugraha, Kamis (3/10).

Dia menerangkan, aliran pertama bernama Ilmu Pelindung Kehidupan, yang ternyata menyimpang jauh dari ajaran agama Islam. Aliran ini masih diidentifikasi oleh Tim Pakem, dengan melibatkan Intelijen Kejaksaan, Badan Intelijen Negara (BIN) Kota Pekanbaru, Kodim 0313/Pekanbaru, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kesbangpol, hingga Kementerian Agama Pekanbaru.

Aliran tersebut disebarkan dengan modus membuka pengobatan alternatif di sebuah tempat di Kota Pekanbaru. Setiap pasien yang datang, sekaligus akan dicekoki oleh pelaku penganut ajaran tersebut.

Menurut Yopentinu, aliran yang berasal dari Provinsi Lampung itu mengajarkan kepada pasien agar tidak perlu melaksanakan shalat wajib serta membaca Alquran.

Masyarakat yang merasa resah, akhirnya melaporkan keberadaan aliran tersebut baru-baru ini. Kini para intelijen yang tergabung dalam Tim Pakem, masih berusaha melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan itu. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi, agar tidak terjadi konflik di tengah masyarakat.

Ketika ditanya mengenai kisaran jumlah pengikut ajaran menyimpang itu, Yopentinu mengaku belum mendapatkan data rincinya.

Akan tetapi, dia memastikan aliran itu baru sebatas disebarkan oleh individu, yang kemudian dilaporkan masyarakat kepada pemerintah.

"Data sementara, dia individu atau sendiri saja, dengan modus membuka praktik pengobatan alternatif," katanya.

Pria yang biasa disapa Yopen ini menambahkan, tim kini juga tengah memantau keberadaan pelaku penganut aliran menyimpang kedua, yang menyebut diri dengan aliran Saksi Yewuha.

Ajaran tersebut mirip dengan ajaran agama Kristen. Hanya saja, pelakunya mengajarkan kepada pengikutnya untuk tidak percaya dengan salib, perayaan natal, hingga Yesus sebagai Tuhan seperti yang dipercayai umat kristiani.

"Menurut FKUB, mereka ternyata telah meminta izin untuk mendirikan tempat ibadah. Tapi tidak diberikan izin karena belum lengkap syaratnya," sebut Yopen.

Selain itu, ajaran terindikasi sesat yang ketiga adalah aliran yang menyerbut diri Shensei Bukkyo. Ajaran ini ditengarai masuk dari negara Jepang.

Saat ini, tambah Yopen, beberapa aliran sesat tersebut masih dalam penyelidikan dan pengusutan lebih lanjut dari tim Pakem. (rzk)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved