Pekanbaru

Gawat, Tiga Aliran Terindikasi Sesat Ditemukan di Pekanbaru oleh Intelijen Kejaksaan

Tiga kelompok aliran terindikasi menyimpang, ditemukan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Gawat, Tiga Aliran Terindikasi Sesat Ditemukan di Pekanbaru oleh Intelijen Kejaksaan
Kolase Tribun Bogor
Ilustrasi 

Kini para intelijen yang tergabung dalam tim Pakem, masih berusaha melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan itu.

Menurut dia, langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi, agar tidak terjadi konflik di tengah masyarakat.

Ketika ditanyai kisaran jumlah pengikut ajaran menyimpang itu, dia mengaku belum mendapat data rincinya.

Akan tetapi, dia memastikan aliran itu baru sebatas disebarkan oleh individu, yang kemudian dilaporkan masyarakat ke pemerintah.

"Data sementara dia individu atau sendiri. Dengan modus membuka praktik pengobatan alternatif," katanya.

Lanjut Yopen (sapaan akrab Yopentinu), tim kini juga tengah memantau keberadaan pelaku penganut aliran menyimpang kedua, yakni Saksi Yewuha.

Baca: 13,5 Ton Bawang Bombay Diduga Berasal dari Malaysia Dimusnahkan oleh BKP Wilayah Dumai

Baca: Dua Orang Komplotan Pelaku Curanmor Meresahkan Warga Tapung Berhasil Ditangkap Polsek Tapung

Baca: Viral Curhat Ibu di Nikahan Anaknya, Diusir dan Dipelengosi Menantu di Pelaminan

Baca: STORY - Lapak Ditertibkan, Pedagang di Jalan Kopi Pekanbaru Pasrah dan Mengaku Rela

Ajaran tersebut mirip dengan ajaran agama Kristen. Hanya pelakunya mengajarkan kepada pengikutnya untuk tidak percaya dengan salib, perayaan Natal hingga Yesus sebagai Tuhan.

"Menurut FKUB mereka ternyata telah meminta izin untuk mendirikan tempat ibadat. Tapi tidak diberikan izin karena belum lengkap syaratnya," sebut Yopen.

Kemudian ajaran terindikasi sesat yang ketiga, adalah Shensei Bukkyo. Ajaran ini masuk dari Negara Jepang.

Saat ini Yopen menambahkan, beberapa aliran sesat tersebut masih dalam penyelidikan dan pengusutan lebih lanjut tim dari Pakem. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved