Berita Riau

Ibu Rumah Tangga di Riau Perlu Tahu Mulai Januari 2020 Produk Minyak Goreng Wajib Fortifikasi Pangan

Ibu rumah tangga di Riau perlu tahu bahwa mulai Januari 2020 produk minyak goreng yang beredar di Riau wajib fortifikasi pangan

net/tribunjabar
Ibu Rumah Tangga di Riau Perlu Tahu Mulai Januari 2020 Produk Minyak Goreng Wajib Fortifikasi Pangan 

"Kita sudah cukup longgar memberikan waktu yang cukup panjang. Kita tidak bermaksud menghalang-halangi pelaku usaha, tapi ini demi kebutuhan kesehatan masyarakat," ulasnya.

Ia juga menjelaskan, fortifikasi untuk garam adalah penambahan yodium, kemudian tepung penambahan vitamin asam folat dan lainnya. Selanjutnya minyak goreng, dengan penambahan vitamin A.

Teknologi penambahan gizi dalam pangan, dijelaskan ada beberapa teknis, di antaranya adalah, restorasi, dengan pengembalian jumlah zat gizi yang ditentukan. Kemudian pengkayaan, standarisasi, suplementasi, dan fortifikasi.

"Fortifikasi inilah yang dinilai paling aman, mudah, tidak mengubah warna, dan tidak terurai. Maka dari itu kita memilih fortifikasi," imbuhnya.

Dikatakannya, yang bertanggung jawab dalam fortifikasi sendiri adalah pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen sendiri.

Fortifikasi wajib dilakukan, karena menurut Adrizal gizi dalam suatu pangan yang digunakan masih kurang.

"Untuk garam misalnya, itu wajib, dengan cara menyemprotkan yodium, pabrik harus bersih, dan memenuhi standar. Itu kami sampling dan kami awasi. Yang tidak sesuai, kita tarik dari peredaran," ujarnya.

Baca: FOTO Sekretaris Disdik Pekanbaru dan Kepala Sekolah di Tiongkok Beredar di Grup WhatsApp Warga Riau

Baca: Wagubri Edi Natar Sebut Korupsi Rawan Terjadi di Pemprov Riau, Ingatkan Pejabat dan Pegawai Bekerja

Baca: Siswa SMP di Riau Nonton Bareng Film G 30 S PKI, Ini Kata Kepala Sekolah

Selain POM Pekanbaru, materi dalam kegiatan ini juga diisi oleh pihak Disperindag dan Dinas Sosial Provinsi Riau.

Sedangkan pesertanya berasal dari pelaku usaha, dan sejumlah perwakilan organisasi yang ada di Pekanbaru.

Perwakilan dari Disperindag Provinsi Riau, Rifki Aditya mengatakan, pelaku usaha yang melanggar dilakukan pencabutan izin perdagangan, yang dilakukan setelah 3 kali berturut-turut dalam jangka waktu 7 hari kalender.

Halaman
123
Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved