Berita Riau

Massa Duduki Kantor Gubernur Riau, Ini yang Disampaikan Gubri Syamsuar di Hadapan Ribuan Mahasiswa

Syamsuar di hadapan ribuan pengunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Riau langsung menanggapi sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Massa Duduki Kantor Gubernur Riau, Ini yang Disampaikan Gubri Syamsuar di Hadapan Ribuan Mahasiswa
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, menjumpai massa yang melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Riau, Kamis (3/10/2019). 

Massa Duduki Kantor Gubernur Riau, Ini yang Disampaikan Gubri Syamsuar Dihadapan Ribuan Mahasiswa

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gubernur Riau, Syamsuar di hadapan ribuan pengunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Riau langsung menanggapi sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Syamsuar menegaskan, bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan adalah masalah bersama.

Ia pun berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa. Termasuk soal pencabutan izin bagi perusahaan pembakar hutan dan lahan di Riau.

"Bagi perusahaan yang lahanya terbakar, kami mendukung adek-adek mahasiswa untuk menindaklanjutinya. Karena kami punya komitmen yang sama, terutama berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Riau," katanya.

Baca: BREAKING NEWS: Polwan Cantik Bawa Karton Sambut Mahasiswa di Kantor Gubernur Riau, Kalimatnya Sejuk

Baca: Inilah 9 Nama Calon Pimpinan MPR, Cuma Demokrat yang Belum Memutuskan

Selain itu, Syamsuar juga berjanji akan bekerja keras bersama Kapolda dan Forkopimda, dan seluruh bupati dan walikota se provinsi Riau untuk sama-sama menuntaskan kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Salah satunya kita harus melakukan upaya pencegahan,"ujarnya.

Diantaranya dengan menyebarkan surat edaran kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten dan kota di Riau agar menyegel lahan-lahan yang terbakar di wilayahnya masing-masing.

"Kami sudah sepakat dengan pihak Polda, nanti lahan-lahan yang terbakar itu dipasang police line. Sehingga nanti bisa ditindaklanjuti oknum-oknum yang diduga pelaku pembakar lahan, baik dari perusahaan maupun perorangan," katanya.

Sementara terkait pencabutan izin perusahaan yang diduga pembakar lahan, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti sesuai batas kewenangan yang diberikan oleh pemerintah daerah.

Baca: 13,5 Ton Bawang Bombay Diduga Berasal dari Malaysia Dimusnahkan oleh BKP Wilayah Dumai

Baca: Dua Orang Komplotan Pelaku Curanmor Meresahkan Warga Tapung Berhasil Ditangkap Polsek Tapung

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved