Inhil Ajukan 500 Formasi untuk Rencana Penerimaan CPNS Tahun 2019

BKPSDM Inhil mengajukan 500 formasi untuk penerimaan CPNS tahun ini. Namun keputusan akhirnya ada di tangan Kemenpan RB.

Inhil Ajukan 500 Formasi untuk Rencana Penerimaan CPNS Tahun 2019
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Kepala BKPSDM Inhil, H. Fauzar, SE, MP. 

tribunpekanbaru.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai bersiap untuk melaksanakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

Untuk diketahui, Kemenpan RB akan kembali membuka seleksi penerimaan CPNS tahun 2019, setelah sebelumnya juga menggelar seleksi CPNS pada akhir 2018 lalu.

Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Inhil pun sudah bersiap untuk menerima instruksi terkait penerimaan CPNS tahun 2019 dari Kemenpan RB.

Kepala BKPSDM Inhil, H Fauzar menuturkan, Pemkab Inhil telah menyusun formasi yang akan diajukan kepada Kemenpan RB. Meskipun nantinya jumlah formasi ditentukan Kemenpan RB, menurut Fauzar, Kabupaten Inhil akan mengajukan sekitar 500 formasi pada CPNS 2019.

“Karena formatnya sudah di pusat. Banyak (formasi) pun yang diajukan, pusat nanti yang nentukan. Kita mengajukan, tapi yang disetujui berapa, itu dari pusatnya, nanti dikembalikan Kemenpan untuk yang disetujui,” terang Fauzar kepada Tribun, Jumat (4/10).

Untuk formasi tahun ini, dikatakan Fauzar, komposisinya masih sama dengan seleksi CPNS tahun lalu, yakni lebih banyak posisi tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan.

“Iya, guru dan kesehatan. Dari Kemenpan juga banyak posisi itu. Formatnya, persentasenya yang terbesar itu guru dan kesehatan,” tuturnya.

Untuk waktu pelaksanaannya, Fauzar belum bisa memastikan karena ditentukan oleh Kementerian, namun direncanakan pada Oktober 2019.

“Insya Allah sesuai jadwal mungkin Oktober. Nanti akan ada info pastinya terkait CPNS ini dari pusat,” tambah mantan Plt Sekda Kabupaten Inhil ini.

Pada penerimaan CPNS sebelumnya akhir tahun 2018 lalu, Inhil mendapatkan 342 formasi. Namun ada 13 formasi tidak terisi, antara lain honorer K2 sebanyak 2 formasi, dokter spesialis 4 formasi, perekam medis 2 formasi, perawat anestesi 2 formasi, dan okupasi terapi 3 formasi.

Kekosongan formasi ini karena memang tidak ada yang mendaftar, dan karena memang pelamarnya tidak mencapai passing grade maupun angka perangkingan. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved