Pelalawan

Perempatan Jalan Seminai Riau Akhirnya Ditutup Setelah 3 Tewas dan 18 Luka-luka Selama 2019

Penutupan perempatan Seminai merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas yang diputuskan oleh Dishub dan Satlantas Polres Pelalawan.

Perempatan Jalan Seminai Riau Akhirnya Ditutup Setelah 3 Tewas dan 18 Luka-luka Selama 2019
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Perempatan Jalan Seminai menuju kantor bupati Pelalawan ditutup sementara menggunakan pembatas jalan sementara oleh Dishub dan Satlantas Polres Pelalawan. Untuk mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. 

Perempatan Jalan Seminai Riau Akhirnya Ditutup Setelah 3 Tewas dan 18 Luka-luka Selama 2019

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Sudah satu pekan perempatan Jalan Seminai Kecamatan Pangkalan Kerinci ditutup.

Perempatan itu menghubungkan langsung ke kantor bupati serta komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.

Penutupan perempatan Seminai merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas yang diputuskan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelalawan.

Selain itu, pemutaran yang ada di depan Akbid Payung Negeri Pelalawan yang masih sejajar dengan perempatan Jalan Seminai juga ditutup.

Baca: Diduga Pelesir ke Shenzen Tanpa Izin, Ini Deretan Aturan yang Dilabrak 18 Kepsek Pekanbaru

Baca: Suami Dhawiya Anak Elvy Sukaesih Ditangkap karena Narkoba, Simpan Sabu di Jam Tangan

Rekayasa lalu lintas di sepanjang jalan Terusan Baru hingga ke kantor bupati untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama ini.

Alhasil pengendara yang datang dari Jalan Seminai menuju kantor bupati tidak bisa lagi berjalan lurus, lantaran sudah ditutup.

Pengguna jalan harus berbelok ke kanan melewati Kantor Camat Pangkalan Kerinci hingga ke Ruang Publik Kreatif (RPK).

Sedangkan masyarakat yang dari komplek kantor bupati musti memutar jauh hingga ke pemutaran yang ada di depan Rumah Makan Terusan Baru. Sebab persimpangan Seminai dan pemutaran di depan Akbid Payung Negeri telah ditutup.

"Jadi memutar jauh kalau ke Jalan Seminai dan ke Jalan Akasia. Akhirnya menimbulkan kemacetan, apalagi pada saat jam pulang kantor atau sekolah," tutur warga Pangkalan Kerinci, Hardianto (39), kepada tribunpelalawan.com, Minggu (6/10/2019).

Halaman
123
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved