Berita Riau

Sebabkan Kecelakaan Tiga Orang Tewas dan 18 Terluka, Perempatan Jalan Seminai Pelalawan Riau Ditutup

Perempatan jalan Seminai ditutup sebagai rekayasa lalu lintas yang diputuskan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Pelalawan, Riau.

Sebabkan Kecelakaan Tiga Orang Tewas dan 18 Terluka, Perempatan Jalan Seminai Pelalawan Riau Ditutup
TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Perempatan Jalan Seminai menuju kantor Bupati Pelalawan ditutup menggunakan pembatas jalan sementara oleh Dishub dan Satlantas Polres Pelalawan, Minggu (6/10/2019). 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Perempatan Jalan Seminai Kecamatan Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau ditutup.

Sudah satu minggu, perempatan yang menghubungkan langsung ke kantor bupati serta komplek perkantoran Pemkab Pelalawan ditutup sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas yang diputuskan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Pelalawan.

Selain itu, U-turn yang ada di depan Akbid Payung Negeri Pelalawan yang masih sejajar dengan perempatan Jalan Seminai juga ditutup. Rekayasa lalu lintas di sepanjang jalan Terusan Baru hingga ke kantor bupati untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Pengendara yang datang dari Jalan Seminai menuju kantor bupati tidak bisa lagi berjalan lurus, lantaran sudah ditutup. Pengguna jalan harus berbelok ke kanan melewati Kantor Camat Pangkalan Kerinci hingga ke Ruang Publik Kreatif (RPK).

Sedangkan masyarakat yang dari komplek kantor bupati harustar jauh hingga ke pemutaran yang ada di depan Rumah Makan Terusan Baru. Sebab persimpangan Seminai dan pemutaran di depan Akbid Payung Negeri telah ditutup.

"Jadi memutar jauh kalau ke Jalan Seminai dan ke Jalan Akasia. Akhirnya menimbulkan kemacetan, apalagi pada saat jam pulang kantor atau sekolah," tutur warga Pangkalan Kerinci, Hardianto (39), Minggu (6/10/2019).

Banyak pengendara motor maupun mobil mengeluhkan rekayasa lalu lintas tersebut. Pengguna jalan meminta agar pemutaran di depan Akbid Payung Negeri tetap dibuka, kalau perempatan Seminai ditutup, agar konsentrasi kendaraan tidak menumpuk di pemutaran Terusan Baru.

"Saya pribadi setuju yang di Seminai ditutup, karena selama ini banyak kecelakaan. Tapi jangan semua ditutup, malah jadi macet jadinya," kata warga lain, Rahmadsyah (42).

Kepala Dinas Perhubungan Pelalawan, Syafruddin MM menjelaskan, penutupan dua titik ruas jalan itu mengurangi kecelakaan akibat banyaknya pengendara yang melanggar aturan lalu lintas yakni melawan arus untuk mempercepat perjalanan, khususnya pengendara sepeda motor.

"Sepanjang tahun ini sudah ada tiga orang meninggal di perempatan Seminai dan 18 orang luka-luka akibat kecelakaan. Itu berdasarkan data Satlantas Polres Pelalawan," tutur Syafruddin.

Ia menyebutkan, penutupan perempatan dan pemutaran itu merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan ke Dishub maupun ke Satlantas. Akhirnya diputuskan melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup dua titik akses tersebut.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved