Asap Tipis Selimuti Pangkalan Kerinci Diduga Kiriman dari Daerah Lain

Hari ini, Senin (7/19/2019), kabut asap tipis menyelimuti Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau setelah dua pekan udara terbebas dari

Asap Tipis Selimuti Pangkalan Kerinci Diduga Kiriman dari Daerah Lain
TRIBUN PEKANBARU / JOHANES WOWOR TANJUNG
Kabut asap tipis tampak menyelimuti udara Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau, Senin (7/10/2019). 

Asap Tipis Selimuti Pangkalan Kerinci Diduga Kiriman dari Daerah Lain

TRIBUNPELALAWAN.COM PANGKALAN KERINCI - Hari ini, Senin (7/19/2019), kabut asap tipis menyelimuti Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau setelah dua pekan udara terbebas dari jerebu.

Asap tipis tampak sejak pagi dan bertahan hingga menjelang sore hari. Diduga kabut tersebut berasal dari daerah lain yang bertetangga dengan Pelalawan seperti Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) serta kabupaten lain yang saat ini sedang terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Kalau di Pelalawan masih nihil titik api. Kemungkinan asapnya kiriman daerah lain," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpelalawan.com, Senin (7/10/2019).

Baca: Bersimbah Darah, Warga Temukan Jimi Wijaya Terkapar di Pasar

Baca: Daftar Harga Motor Honda Matic OKTOBER 2019, Harga Honda Beat, Harga Scoopy, Harga PCX, Harga Vario

Baca: Pengadilan Akui Pernikahannya, Nikita Mirzani: Dipo Latief, Siap-siap Kita Berperang

Hadi Penandio menjelaskan, hotspot atau titik panas yang terpantau di Pelalawan mencapai tujuh titik. Hotspot yang level confidencenya diatas 70 persen ada tiga titik yang tersebar di Kecamatan Langgam dan Pangkalan Kuras. Namun setelah dilakukan pengecekan ke lapangan ole tim rayon kecamatan masing-masing ternyata tidak titik api.

Hanya saja, lanjut Hadi Penandio, ada satu titik api baru yang dideteksi di areal hutan perbatasan antara Pelalawan dan Inhu tepatnya di Suak Margasatwa (SM) Kerumutan.

Diduga api merembet dari areal yang terbakar di daerah Inhu. Namun belum bisa dipastikan si jago merah itu sudah berada di daerah administrasi Pelalawan atau masih di Inhu saja.

Proses pemadaman telah dilakukan tim dari Inhu dibantu dengan satu unit helikopter untuk melakukan Water Bombing (WB). Pasalnya akses menuju lokasi sangat sulit ditembus melalui jalan darat lantaran jauh ke dalam hutan. Alhasil teknik pengeboman air dianggap lebih ampuh memadamkan api.

"Tim yang berangkat ke sana belum bisa menembus medan perbatasan. Sinyal juga tidak ada di lokasin jadi sulit menghubungi tim," tandasnya.

Secara umum, kata Hadi, Karhutla di Pelalawan masih aman dan terkendali. Belum ada titik api yang muncul dan membakar lahan secara luas seperti bulan lalu. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved