Pelalawan

Pasca Diperiksa Mabes Polri Terkait Karhutla, Begini Penjelasan Bupati Pelalawan ke Masyarakat

Bupati Pelalawan Riau, HM Harris, memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait dirinya diperiksa Markas Besar (Mabes) Polri

Pasca Diperiksa Mabes Polri Terkait Karhutla, Begini Penjelasan Bupati Pelalawan ke Masyarakat
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Bupati Pelalawan HM Harris memberikan sambutan pada pembukaan Pelalawan Expo 2019 bersempena hari jadi Pelalawan yang ke-20 pada Minggu (6/10/2019) malam lalu. 

Pasca Diperiksa Mabes Polri Terkait Karhutla, Begini Penjelasan Bupati Pelalawan ke Masyarakat

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Bupati Pelalawan Riau, HM Harris, memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait dirinya diperiksa Markas Besar (Mabes) Polri saat pembukaan Pelalawan Expo tahun 2019 pada Minggu (6/10/2019) di lapangan Ruang Publik Kreatif (RPK) Pangkalan Kerinci.

Dalam sambutannya, Bupati Harris membeberkan perihal dirinya dipanggil dan diperiksa oleh Dir Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Pemeriksaan itu mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Pelalawan selama dua bulan terakhir, khususnya yang ada di PT Adei Plantation and Industry.

"Saya kemarin dipanggil ke Mabes Polri. Bertanya tentang Karhutla di Pelalawan. Siapa yang membakar dan bagaimana penanggulanganya," beber Bupati Harris dihadapan ribuan warga Pelalawan.

Baca: Pemilik dan Luas Lahan Terbakar di Pelalawan Riau Diinventarisasi, Data akan Dibawa ke Mabes Polri

Baca: Bupati Pelalawan HM Harris Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Jadi Saksi Kasus Kebakaran Lahan

Bupati Harris menyebutkan, sebenarnya Karhutla di Pelalawan tahun 2019 bukanlah yang terparah di Provinsi Riau dan kebakaran di Riau tidak juga yang terbesar di Indonesia.

Namun lantaran jarak Pelalawan yang cukup dekat dengan ibukota provinsi dan mudah dijangkau, sehingga para pejabat pusat hingga Presiden RI Joko Widodo datang ke Pelalawan melakukan peninjauan beberapa waktu lalu.

Harris mengklaim, tiga tahun sebelumnya upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Pelalawan cukup bagus dan bahkan sempat menjadi daerah percontohan.

Tapi Karhutla terjadi pada tahun 2019 ini merupakan di luar kemampuan personil gabungan yang tergabung dalam tim terpadu.

Titik api kebanyakan berada sangat jauh ke dalam hutan dengan jarak tempuh yang lama. Ketika petugas tiba di lokasi, ketersediaan air yang sangat minim menjadi kendala selanjutnya.

"Mabes Polri juga menanyakan apakah ada perusahaan yang nakal membakar lahan, itu sudah saya sampaikan. Peralatan, personil, dan pola yan diterapkan juga saya sampaikan," tandasnya.

Baca: Truk Tonase Besar Masih Melintas di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, Bahayakan Pengendara

Baca: Kronologi dan Fakta Polisi di Sumut Tembak Kepala Istri Lalu Bunuh Diri, Awalnya Cekcok

Baca: 433 Perantau Minang di Wamena Papua Tiba di Sumbar, 185 Lagi Masih dalam Perjalanan

Untuk itu, kata Harris, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka kebun atau dengan alasan apapun. Sebab jika api sudah membesar akan sulit untuk dipadamkan, apalagi terjadi di lahan gambut membutuhkan waktu yang lama.

Disisi lain orang nomor satu di Pelalawan ini berharap melalui Pelalawan Expo para investor semakin berminat untuk menanamkan modalnya di Pelalawan untuk kemajuan daerah. Selama ini kondusifitas masyarakat secara umum sangat baik dan tidak pernah terjadi konflik sosial yang berlatarbelakang Suku Ras Agama dan Antar golongan (SARA). (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved