Berita Riau

Bangkai Gajah Bernama Dita yang Ditemukan Membusuk di SM Balai Raja Riau Jalani Nekropsi

Tim medis telah mengambil beberapa sampel organ Gajah Sumatera malang itu untuk diperiksa.

Bangkai Gajah Bernama Dita yang Ditemukan Membusuk di SM Balai Raja Riau Jalani Nekropsi
Tribun Pekanbaru/Istimewa/Rimba Satwa Foundation (RSF)
Gajah Sumatera Bernama Dita Ditemukan Membusuk di SM Balai Raja Riau Penyebab Kematian Masih Misteri 

Bangkai Gajah Bernama Dita yang Ditemukan Membusuk di SM Balai Raja Riau Jalani Nekropsi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pasca ditemukan membusuk di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Senin (7/10/2019) kemarin, bangkai gajah betina bernama Dita kini sedang menjalani proses nekropsi.

Tim medis telah mengambil beberapa sampel organ Gajah Sumatera malang itu untuk diperiksa.

Hal ini guna mengetahui penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut.

"Pada hari ini tim dari BBKSDA Riau dokter Rini sudah melakukan nekropsi dan membawa sampel beberapa organ dari gajah Dita. Kita menunggu hasil pemeriksaan sampel tersebut, baru bisa diketahui penyebab kematiannya," ujar Solfarina, staf Rimba Satwa Foundation (RSF) yang ikut menangani kasus kematian gajah ini, Selasa (8/10/2019).

Baca: Gajah Sumatera Bernama Dita Ditemukan Membusuk di SM Balai Raja Riau Penyebab Kematian Masih Misteri

Baca: Seekor Gajah Mati di Balai Raja. Penyebab Kematian Masih Tunggu Hasil Nekropsi Tim Medis

Disebutkan Solfarina, selama proses nekropsi belum selesai, maka penyebab kematian gajah itu belum bisa diketahui.

Sementara untuk bangkai gajah yang tertinggal, tim gabungan dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan beberapa lembaga dari aktivitis lingkungan dan hewan, memutuskan untuk menguburnya, di sekitar lokasi penemuan.

Untuk itu, tim turut mengerahkan satu unit alat berat.

Solfarina mengimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar jalur jelajah gajah, agar bisa berbagi ruang kepada satwa bertubuh besar itu.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan kekerasan, yang bisa menyakiti hewan tersebut.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved