Berita Riau

Dedahkan Strategi Kebijakan Siak Hijau, Bupati Alfedri Jadi Pembicara di Forum LTKL Jakarta

Bupati Siak Alfedri diminta untuk menceritakan bagaimana komitmen menjaga kelestarian alam melalui deklarasi Siak Hijau.

Dedahkan Strategi Kebijakan Siak Hijau, Bupati Alfedri Jadi Pembicara di Forum LTKL Jakarta
istimewa
Bupati Siak Alfedri memberikan paparan tentang Siak Hijau di forum LTKL, Selasa (8/10) di Sofyan Hotel Cut Meutia Jakarta. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK- Dalam rangkaian menuju Festival Kabupaten Lestari, Pemerintah Kabupaten Siak dan sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) menyelenggarakan diskusi dan pengarahan media di Sofyan Hotel Cut Meutia Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

Kegiatan yang bertajuk, ‘Kabupaten Hijau:Salah Satu Upaya Pencegahan Karhutla’ ini bertujuan memberikan gambaran strategi pendekatan Siak sebagai Kabupaten Hijau dan keterlibatan multipihak terkait pencegahan dan penanganan karhutla di masa mendatang.

Forum tersebut juga memperkenalkan bagaimana pendekatan Kabupaten Hijau dan implementasinya di Indonesia, sosialisasi pelaksanaan Festival Kabupaten Lestari di Siak, serta visi pembangunan Siak sebagai Kabupaten Hijau kepada sejumlah media massa di ibukota.

"Saya diminta untuk menjadi pembicara terkait topik bahasan Kolaborasi Menuju Kabupaten Siak Hijau Bebas Asap, bersama Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Bapak Nazir Foead, perwakilan Sedagho Siak, dan Petra Meekers-Unilever. Tahapan pembuatan peta jalan Kabupaten Siak Hijau, proses kolaborasi mitra pembangunan dan pemerintah kabupaten, serta komitmen dan aksi Siak dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla,"urai Alfedri.

Ia diminta untuk menceritakan bagaimana komitmen menjaga kelestarian alam melalui deklarasi Siak Hijau. Apalagi itu sudah dituangkan dalam Perbup No:22 Tahun 2018 tentang Inisiatif Siak Hijau, yang fokus pada upaya konservasi, perkebunan, industri dan pemukiman.

Karenanya, Pemkab Siak dalam kebijakan pembangunan lingkungan senantiasa mengutamakan nilai konservasi dan restorasi untuk pengembangan lahan gambut.

Menurut Alfedri, satu fokus dari perwujudan visi lestari dan Siak Hijau yaitu fokus pada komoditas unggulan kabupaten sekaligus berupaya mengatasi pencegahan kebakaran hutan.

"Siak sebagai satu kabupaten di Riau yang memiliki kekayaan gambut terbesar di Pulau Sumatra, dengan luas wilayah gambut mencapai 57 persen dari total wilayah, dan 21 persennya merupakan gambut dengan kedalaman 312 meter," jelasnya.

Karhutla menjadi kejadian yang terus berulang selama beberapa dekade terakhir. Bahkan menjadi krisis lingkungan tahunan di beberapa tempat.

Kondisi iklim kering yang diakibatkan fenomena El Nino seperti yang terjadi pada 1997 dan 2015, menjadi salah satu pendorong semakin tingginya potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved