Pelalawan

Kasus Karhutla di Riau, Pengacara PT SSS Ajukan Penangguhan Penahanan dan Pembantaran Tersangka AOH

Selain itu pihak pengacara juga memasukan pengajuan pembataran tahanan dengan mempertimbangkan kesehatan.

Kasus Karhutla di Riau, Pengacara PT SSS Ajukan Penangguhan Penahanan dan Pembantaran Tersangka AOH
Tribun Pekanbaru/Risky Armanda
PT SSS di Pelalawan Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Riau, Kapolda Riau Sebut Kemungkinan Bertambah 

Kasus Karhutla di Riau, Pengacara PT SSS Ajukan Penangguhan Penahanan dan Pembantaran Tersangka AOH 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Manager Estate PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS), Alwi Omni Harahap (AOH) ditahan Direskrimsus Polda Riau dalam kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2019 sejak Senin (7/10/2019) malam lalu.

PT SSS melalui Penasehat Hukum (PH) langsung mengajukan penanguhan penahanan terhadap AOH dengan berbagai alasan.

Selain itu pihak pengacara juga memasukan pengajuan pembataran tahanan dengan mempertimbangkan kesehatan.

Baca: Bangkai Gajah Bernama Dita yang Ditemukan Membusuk di SM Balai Raja Riau Jalani Nekropsi

Baca: Satu dari Tiga Tersangka Pencabulan Terhadap Anak Usia 9 Tahun Ditahan di Lapas Klas II A Bengkalis

Pengacara PT SSS, H Makhfuzat zein SH MH, saat dihubungi tribunpelalawan.com menyebutkan dirinya dipercaya sebagai PH perusahaan dalam mendampingi proses hukum di Direskrimsus Polda Riau.

Setelah menjalani proses penyelidikan dan penyidikan, ia menilai klienya tidak terkait langsung dengan tindak pidana Karhutla yang terjadi di daerah operasional perusahaan di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti.

"Perusahaan tidak terkait langsung dengan peristiwa tindak pidana Karhutla. Klien kami hanya diberi izin oleh departemen kehutanan untuk lahan cadangan perkebunan," terang HM Zein kepada tribunpelalawan.com, Selasa (8/10/2019).

Ia mengakui setiap perusahaan yang diberikan Izin Usaha Perkebunan (IUP) ataupun izin-izin lainnya diharuskan menjaga lahan tersebut dari kerusakan lingkungan. Seperti Karhutla dan pencemaran limbah serta kerusakan lainnya, siapapun yang melakukannya tetap menjadi tanggungjawab perusahaan.

Hingga Polra Riau menyelidiki peristiwa kebakaran di areal PT SSS dan menuding perusahaan lalai atas kejadian tersebut. Perusahaan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka korporasi yang diwakili Direktur Eben Ezer, sedangkan manajemen yang bertanggungjawab yakni Alwi Omni Harapan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) manajer estate yang dilakukan penahanan.

"Kita sudah mengajukan penanggunghan penahanan dan pembantaran tahanan terhadap klien kami pak Alwi Omni Harahap," terang HM Zein.

Baca: Bakal Dilelang, 47 Unit Kendaaraan Dinas Pemprov Riau Masih Terparkir di Belakang Rumdis Gubri

Baca: Kunjungi Sekolah, Wabup Meranti Malah Temukan Siswa Bolos yang Asyik Main Gitar di Sebuah Pondok

Permohonan penangguhan penahan atas dasar perusahaan tidak terlibat langsun dengan peristiwa tindak pidana. Kemudian pihaknya menjamin bisa menghadirkan tersangka AOH setiap dibutuhkan keterangan dalam pemeriksaan oleh penyidik polisi.

Sedangkan alasan pengajuan pembantaran, lantaran kliennya mengalami penyakit pengeroposan tulang atau osteoporosis. Dimana proses pengobatannya haru intensif dan tidak boleh terputusa, karena bis berakibat fatal pada kesehatannya.

Pihaknya berharap Polda Riau bisa mengabulkan pengajuan penangguhan dan pembantaran tahanan atas pertimbang-pertimbangan yang disampikan. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved