Oknum Kades Diduga Minta Rp2 Juta untuk 1 Persil

Mantan Kepala Desa Sering, M Yunus, yang tersangkut kasus dugaan korupsi dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari), Selasa (8/10/2019).

Oknum Kades Diduga Minta Rp2 Juta untuk 1 Persil
Istimewa
Tersangka korupsi pengurusan SKGR, M Yunus, dikawal petugas kejaksaan dan kepolisian saat diantar ke Rutan Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru, Selasa (8/10/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan melimpahkan kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Desa (Kades) Sering, M Yunus, ke Kejaksaan Negeri (Kejari), Selasa (8/10/2019).

Proses tahap II dilakukan Satreskrim Polres Pelalawan ke kejaksaan setelah berkas perkara korupsi itu dinyatakan lengkap atau P21.

Penyidik Tipikor Polres menerangkan tersangka beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari.

Mantan Kades Sering itu terlibat kasus pungutan liar (Pungli) dalam pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) lahan milik warga.

"Berdasarkan hasil penyidikan kita, tersangka M Yunus menerima gratifikasi dan melakukan pemerasan dalam jabatan untuk penerbitan SKGR di Desa Sering. Dua bulan lalu sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sekarang dilimpahkan ke kejaksaan," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP M Hasyam R SIK melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK.

Awalnya, kasus ini dilaporkan oleh warga bernama Jefridin sebagai korban pemerasan oleh tersangka Yunus.

Baca: Kasus Dugaan Korupsi di BRI Ujung Batu, Jaksa Periksa 3 Saksi

Pada tahun 2014 lalu korban ingin mengurus SKGR lahannya kepada Yunus yang saat itu menjabat sebagai Kades Sering, tapi saat itu dipersulit pengurusanya oleh pelaku.

Kemudian, korban menemui Kasi Pemerintahan Kantor Camat Pelalawan bernama Edi Arifin untuk menjembatani pengurusan SKGR tersebut.

Akhirnya tersangka Yunus mau menerbitkan SKGR milik pelapor setelah dihubungi Edi Arifin.

Baca: Ternyata, Ampas Tebu Bisa Diolah Hingga Bernilai Tinggi

Namun pelaku membuat surat kesepakatan dan biaya administrasi sebesar Rp2 juta untuk satu persil.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved