Dulu Ada Kapolda Riau yang Rahmatan Lil Alamin

MUI Riau mendukung Kapolda Riau yang baru, Irjen Agung Setya Imam Effendi, untuk mengadopsi nilai-nilai budaya Melayu dalam memimpin kesatuannya.

Dulu Ada Kapolda Riau yang Rahmatan Lil Alamin
tribun pekanbaru
Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, didukung MUI untuk mengadopsi nilai-nilai Melayu dalam memimpin kepolisian di Riau. 

tribunpekanbaru.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau mendukung penuh pendekatan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi, untuk mengadopsi nilai-nilai budaya Melayu dalam memimpin satuannya.

"Kapolda Riau yang baru ini mencoba untuk mengadaptasikan budaya Melayu, sangat bagus. Kami mendukung dan memang seharusnya seperti itu," kata Sekretaris MUI Riau, Zulhusni Domo di Pekanbaru, Rabu (9/10).

Dia berharap Irjen Agung yang resmi memegang tongkat komando sebagai Kapolda Riau sepekan terakhir ini, dapat memperbaiki citra kepolisian di masa mendatang agar lebih baik di mata masyarakat.

Dia menilai, sejumlah tindakan oknum kepolisian dalam mengamankan aksi unjuk rasa yang berujung tindakan represif dan brutal beberapa waktu terakhir, cukup membekas di masyarakat. Karena itu, Kapolda baru diharapkan bisa menghilangkan kesan-kesan kekerasan yang telah terjadi tersebut.

Selain itu, Zulhusni juga bercerita kalau Polda Riau pernah dipimpin oleh Kapolda yang menerapkan nilai-nilai budaya Melayu dan Islam dengan sangat baik. Dia adalah Irjen Zulkarnain Adinegara, yang memimpin Polda Riau pada 2016-2017 silam.

"Irjen Zulkarnain terdahulu itu menerapkan polisi yang rahmatan lil alamin, dan Bapak Kapolda Riau yang baru semoga bisa menerapkan itu, sehingga kesan kekerasan bisa dihilangkan," harapnya.

Senada dengan MUI, Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Riau, Rusli Effendi juga menyambut baik rencana Kapolda Riau untuk mengadopsi nilai budaya Melayu. Dia mengatakan bahwa budaya Melayu lekat dengan nilai-nilai keislaman serta menghargai adat istiadat dan toleransi.

"Kita sambut baik dan berikan apresiasi pernyataan yang disampaikan Kapolda Riau, Pak Agung, bahwa akan mengadopsi budaya Melayu. Melayu itu kan mudah mengurusnya, menghargai baik sisi adat, toleransi, budaya," jelasnya.

Dia juga berharap agar Kapolda Riau dapat merangkul tokoh agama di Bumi Lancang Kuning ini, sebagai upaya menjaga untuk keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut dia, menjaga kedamaian tidak bisa hanya dilakukan oleh seorang Kapolda, atau hanya Gubernur maupun pimpinan lainnya secara tersendiri. Namun, harus dilakukan dengan sinergitas yang baik.

Pada akhirnya, dia berharap langkah-langkah itu juga berdampak besar terutama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, yang selama ini menjadi masalah klasik di Bumi Melayu ini. (smg)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved