Gubri Ingatkan Pemda Pemilik Warisan Budaya Tak Benda Agar Segera Mengurus Hak Paten

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapan 6 tradisi budaya di Riau sebagai Warisan Budaya Nasional Tak Benda.

Gubri Ingatkan Pemda Pemilik Warisan Budaya Tak Benda Agar Segera Mengurus Hak Paten
tribun pekanbaru
Gubri H Syamsuar menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Nasional untuk 6 budaya dari Riau, yang diserahkan Mendagri di Jakarta, Selasa (8/10) malam lalu. 

tribunpekanbaru.com - Lembaran sertifikat enam karya budaya yang merupakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), diserahkan Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, kepada Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar.

Keenam WBTB Indonesia yang ditetapkan Kemendikbud RI dari Provinsi Riau, di antaranya adalah Burung Kwayang, Tari Cegak, Zapin Siak Sri Inderapura, Syair Surat Kapal, Tepuk Tepung Tawar Riau, dan Dikei Sakai.

Provinsi Riau menerima WBTB Indonesia tersebut pada acara Apresiasi Penetapan WBTB Indonesia 2019, yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada Selasa (8/10) malam lalu di Istora Senayan, Jakarta.

Usai menerima lembar sertifikat apresiasi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Gubri H Syamsuar langsung mengingatkan kepada Pemerintah Daerah di Riau yang memiliki keenam budaya tersebut, untuk segera mematenkannya.

"Ini merupakan warisan dari nenek moyang kita yang sudah lama hingga anak cucu mempertahankannya. Budaya ini harus kita jaga bersama. Untuk itu, segera dibuat hak patennya. Sehingga negara lain tidak bisa mengakui itu kebudayaan mereka," kata Syamsuar, Rabu (9/10).

Sementara, Mendagri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya, juga mengingatkan kepada para kepala daerah yang mendapatkan sertifikat penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia ini, agar segera mematenkan hal tersebut di Kementerian Hukum dan HAM RI.

"Jangan sampai apa yang menjadi budaya kita nanti diakui oleh negara lainnya. Contohnya sudah ada beberapa budaya asli Indonesia yang diakui oleh negara lainnya," kata Tjahjo.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid mengatakan, penetapan WBTB Indonesia merupakan bentuk perlindungan kekayaan budaya yang dimiliki.

"Penetapan terhadap karya budaya yang dimiliki Indonesia sangat penting. Untuk memastikan karya budaya kita dilestarikan, agar karya budaya kita tidak diklaim pihak lain, dan tentunya untuk pendokumentasian budaya kita," ujar Hilmar. (smg)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved